LombokPost – Taylor Fritz kembali jadi bintang Laver Cup 2025. Setelah menumbangkan Carlos Alcaraz, petenis asal California itu menutup kemenangan Tim Dunia dengan menaklukkan Alexander Zverev 6-3, 7-6(4), Minggu (14/9). Hasil itu memastikan trofi Laver Cup 2025 jatuh ke tangan tuan rumah dengan skor 15-9 atas Tim Eropa.
Kemenangan Taylor Fritz atas Alexander Zverev langsung disambut sorakan meriah publik San Francisco. Tidak hanya itu, ini juga menjadi gelar perdana Laver Cup bagi kapten baru Andre Agassi. Legenda tenis Amerika itu sukses memimpin Tim Dunia merebut gelar ketiga dalam empat tahun terakhir.
“Pasti akan ada malam panjang. Sampanye sudah siap di ruang ganti,” kata Fritz dengan senyum lebar.
Fritz Jadi Penentu
Taylor Fritz tampil percaya diri di lapangan hitam khas Laver Cup. Reli agresif dan keberanian memeluk baseline membuat Zverev kewalahan. Meski Zverev sempat bangkit di set kedua, Fritz justru semakin panas dan menutup laga lewat winner voli backhand.
Fritz pun mengaku bersemangat karena dukungan Agassi dari pinggir lapangan. “Sulit tidak termotivasi kalau melihat legenda seperti Andre ikut berdiri dan menyemangati. Itu dorongan besar,” ujarnya.
Perlawanan Alcaraz Tak Cukup
Sebelumnya, Carlos Alcaraz sempat memberi harapan untuk Tim Eropa. Petenis nomor 1 dunia itu mencatat dua kemenangan, termasuk membungkam Francisco Cerundolo 6-2, 6-1. Sayang, kebangkitan Eropa berhenti setelah Alex de Minaur memastikan kemenangan Tim Dunia atas Jakub Mensik.
Petenis Australia itu bahkan menyelamatkan lima break point untuk menang 6-3, 6-4. “Saya bukan robot, tapi saya suka bertahan di momen sulit,” kata De Minaur yang mengoleksi tujuh poin untuk Tim Dunia.
Agassi Beri Sentuhan Juara
Debut Andre Agassi sebagai kapten Tim Dunia langsung berbuah manis. Kehadirannya di bench memberi energi lebih bagi para pemain. Tim Dunia tampil solid sejak hari pertama, meninggalkan Tim Eropa yang hanya bisa meraih poin hiburan.
Dengan kemenangan 15-9 di San Francisco, Laver Cup 2025 resmi jadi milik Tim Dunia. Trofi pun diangkat tinggi-tinggi, menegaskan dominasi Fritz cs di hadapan publik Amerika.
Editor : Rury Anjas Andita