Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Faktor Non-Teknis yang Membuat Timnas Indonesia Sulit Lolos Piala Dunia 2026

Habibul Adnan • Kamis, 25 September 2025 | 01:30 WIB

Ini Faktor Non-Teknis yang Membuat Timnas Indonesia Sulit Lolos Piala Dunia 2026
Ini Faktor Non-Teknis yang Membuat Timnas Indonesia Sulit Lolos Piala Dunia 2026
LombokPost - Timnas Indonesia menghadapi banyak kendala non-teknis di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ini membuat publik Indonesia meragukan Patrick Kluivert bisa meloloskan Tim Garuda ke Piala Dunia 2026 lewat putaran keempat.

Dua laga yang dijalani Timnas Indonesia pada babak ini melawan Arab Saudi dan Irak akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City Riyadh.

Timnas Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi terlebih dahulu pada tanggal 8 Oktober mendatang.

Kemudian, setelah itu anak asuh Patrick Kluivert bertemu dengan Irak pada tanggal 11 Oktober 2025.

Dua laga tersebut sangat penting bagi Jay Idzes dkk. Sebab jika mampu menang, maka Indonesia akan langsung lolos Piala Dunia 2026.

Tetapi tentu tidak mudah bagi skuad Garuda memangkan dua laga itu. Arab Saudi maupun Irak juga pasti tidak mau membuang peluang begitu saja.

Apalagi ada beberapa faktor non-teknis yang disebut akan menyulitkan langkah Indonesia melaju mulus ke Piala Dunia 2026.

Ini sejumlah kendala non-teknis yang menyebabkan Garuda sulit lolos otomatis Piala Dunia melalui putaran 4.

 

Faktor Arab Saudi sebagai Tuan Rumah

Seperti yang diketahui, laga kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran 4 tidak dilaksanakan di tempat netral.

AFC telah menunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah. Faktor ini disebut kurang menguntungkan bagi timnas.

Hal ini bahkan diakui pengamat sepak bola Djoko Malis Mustafa. Kata dia, penunjukkan Arab Saudi sebagai tuan rumah sebagai faktor ujian nonteknis terbesar.

"Saya pribadi dan mungkin seperti publik Indonesia meragukan Patrick Kluivert bisa membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 dari putaran ini. Secara teknis memang oke, tapi sisi non-teknis banyak tak menguntungkan Timnas Indonesia," katanya

Mantan pelatih Persik Kediri ini menyebut, keputusan AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi jadi tuan rumah saja sudah tidak fair.

"Berat jika Timnas Indonesia main bukan di tempat netral. Makanya semua elemen tim harus siap lahir batin menghadapi babak ini," ujarnya.

 


Pembatasan Suporter Indonesia

Faktor non-teknis lain yang kurang menguntungkan bagi timnas adalah pembatasan kuota suporter Garuda datang ke stadion saat menghadapi Arab Saudi nanti.

Djoko Malis juga menuding pembatasan
putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 juga merugikan Timnas Indonesia.

"Saya amati Arab Saudi melakukan segala cara untuk melemahkan kita. Mereka tahu suporter jadi kekuatan Timnas Indonesia. Makanya jumlah kuota dibatasi. Ini juga kerugian sangat besar," ucapnya.

Untuk itu, dia menilai, tim analis dan psikolog Timnas Indonesia harus membuat analisis secara detail.

"Problem Timnas Indonesia di putaran keempat ini sangat kompleks," ujar Djoko Malis.

Menurutnya, soal teknis, Indonesia mampu meladeni Arab Saudi dan Irak. Namun, sisi non-teknis harus dicari solusinya.

"Terutama bagaimana pemain menghadapi tekanan psikis dari wasit, lawan, dan penonton tuan rumah," jelasnya.

Meski banyak kendala mengadang, Djoko Malis masih punya sedikit keyakinan Timnas Indonesia bisa ke Piala Dunia 2026.

"Peluangnya sangat tipis. Harapan saya setipis apa pun jika ada faktor luck, Insyaallah kita bisa lolos ke Piala Dunia 2026," sebutnya.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Irak #Timnas Indonesia #Arab Saudi #Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia #Kualifikasi Piala Dunia 2026