Lombok Post – Bek muda asal Belanda, Mees Hilgers, harus menunda impiannya untuk berkarier di Serie A Italia setelah kegagalannya hijrah dari FC Twente pada bursa transfer musim panas lalu. Padahal, ia sempat menjadi target utama klub Serie A, Udinese. Namun, peluang emas itu hilang begitu saja karena blunder fatal dari Twente sendiri yang tidak menurunkan Hilgers di laga uji coba kontra Udinese.
Nama Mees Hilgers masuk dalam radar pencarian bek tengah yang dilakukan Udinese. Klub asal Italia tersebut tengah kehilangan dua bek utama dan melihat Hilgers sebagai sosok potensial pengganti. Udinese dijadwalkan bertemu Twente dalam laga pramusim, dan momen itu disebut sebagai kesempatan ideal bagi mereka untuk menilai kemampuan Hilgers secara langsung. Namun, keputusan mengejutkan datang dari pelatih Twente yang memilih tidak memainkan Hilgers dalam laga tersebut.
“Lingkungan Hilgers mengetahui adanya kemungkinan minat dari klub Italia. Udinese ingin melihat Hilgers bermain. Namun ia kembali tidak diturunkan. Minat pun memudar,” kata jurnalis Geert-Jan Jakobs seperti dikutip dari Voetbal International.
Baca Juga: Arjen Robben Puji Calvin Verdonk: Di Atas Rata-Rata Pemain Timnas Indonesia
Setelah kehilangan peluang ke Italia, Hilgers sempat hampir pindah ke Prancis. Klub Ligue 1, Stade Brest, telah mencapai kesepakatan personal dengan sang pemain. Sayangnya, transfer tersebut gagal pada hari terakhir jendela transfer karena tidak ada cukup waktu untuk melakukan tes medis. Klub Prancis tersebut berharap pemeriksaan medis bisa dilakukan di Belanda, tetapi federasi sepak bola Prancis tidak kooperatif dalam proses tersebut. Alhasil, transfer batal total.
Hilgers pun kembali ke Enschede dengan rasa kecewa dan merasa tidak lagi menjadi bagian dari rencana FC Twente. Setelah kegagalan ke Brest, ia hanya memiliki satu hari untuk bisa pindah ke klub lain di Belanda. Go Ahead Eagles dan NEC Nijmegen dilaporkan tertarik meminjamnya, namun Hilgers menolak karena masih memprioritaskan karier di luar negeri.
Ketika semua bursa transfer utama di Eropa resmi ditutup, muncul ketertarikan dari beberapa klub di Arab Saudi. Akan tetapi, ketertarikan tersebut tidak berkembang menjadi pembicaraan serius. Hingga akhirnya, Hilgers harus menerima kenyataan bahwa ia akan tetap bertahan di FC Twente setidaknya hingga bursa transfer musim dingin mendatang.
Baca Juga: Jay Idzes Meledak di Media Sosial Sassuolo
Yang lebih menyakitkan, FC Twente bahkan tidak memasukkan nama Mees Hilgers ke dalam skuad Eredivisie musim ini. Padahal sang pemain dalam kondisi fit dan siap bermain. Situasi ini membuat masa depan Hilgers semakin tidak menentu meskipun ia masih terikat kontrak hingga Juni 2026.
Gagal bermain di laga uji coba melawan Udinese terbukti menjadi titik balik yang pahit bagi Hilgers. Udinese akhirnya mengalihkan perhatian dan memilih mendatangkan bek lain, yakni Saba Goglichidze dari Empoli. Momen yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Hilgers justru menjadi awal dari serangkaian kegagalan transfer.
Dengan segala drama yang terjadi, Hilgers kini harus fokus menjaga kondisi dan berharap peluang baru akan datang saat jendela transfer musim dingin dibuka. Kariernya masih panjang, namun kepercayaan diri dan jam terbang kompetitif jelas akan berpengaruh jika ia terus berada di bangku cadangan atau bahkan di luar skuad.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi pemain muda bahwa dalam dunia sepak bola profesional, satu momen kecil seperti laga pramusim bisa menjadi penentu arah masa depan karier.
Baca Juga: Anggota DPR Minta Stop Naturalisasi Jika Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Editor : Akbar Sirinawa