Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pecco Bagnaia Jadi Penumpang di Ducati GP25! Sprint MotoGP Mandalika Jadi Mimpi Buruk

Alfian Yusni • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:09 WIB
Menurut Bagnaia, secara teori Ducati GP25 yang ia tunggangi di Mandalika tidak berubah dibanding motor yang dipakai di Motegi. (Foto: instagram)
Menurut Bagnaia, secara teori Ducati GP25 yang ia tunggangi di Mandalika tidak berubah dibanding motor yang dipakai di Motegi. (Foto: instagram)

LombokPost - Pecco Bagnaia hanya bisa geleng-geleng kepala usai Sprint MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Sabtu (4/10).

Juara dunia bertahan itu mengaku merasa seperti “penumpang” di atas Ducati GP25 miliknya. Motor yang membawanya menang telak di Jepang pekan lalu tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk di Mandalika.

“Saya tidak mengendarai motor. Saya hanya penumpang di motor saya. Saya tidak bisa mengendalikan apa pun,” kata Pecco Bagnaia seperti dikutip Crash.net.

Ironis. Di MotoGP Jepang seminggu lalu, Pecco Bagnaia menyapu bersih: pole position, juara Sprint, dan juara balapan utama.

Tapi di Mandalika, pembalap Ducati Lenovo itu terseok-seok. Ia finis paling buncit di Sprint MotoGP Indonesia, tertinggal 29,3 detik dari Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang.

Menurut Bagnaia, secara teori Ducati GP25 yang ia tunggangi di Mandalika tidak berubah dibanding motor yang dipakai di Motegi.

Namun, motor itu mendadak mengalami getaran hebat (shaking) sehingga sulit dikendalikan.

“Empat kali saya tiba di tikungan tanpa rem. Tiga kali saya harus menutup gas karena motor goyang hebat. Rasanya mustahil membalap seperti ini,” keluhnya.

Masalah ternyata tidak dialami Bagnaia saja. Hampir semua Ducati di Mandalika kesulitan tampil cepat. Hanya Fermin Aldeguer yang bisa bersaing di depan.

Kondisi ini membuat tim Ducati pusing karena musim lalu motor mereka begitu dominan di Mandalika dengan ban yang sama.

 

Menurut laporan The-Race, penyebab kesulitan Ducati berakar pada revisi mesin GP25 yang memiliki karakter berbeda dibanding GP24, terutama pada crankshaft yang mengubah respons motor saat masuk tikungan.

Sayangnya, aturan homologasi membuat Bagnaia tidak bisa beralih penuh ke mesin GP24 meski pernah mengujinya di Misano.

Situasi ini menambah ketegangan di internal Ducati. Isu pengujian GP24 oleh VR46 Racing sempat menimbulkan gesekan dengan manajemen Ducati yang dianggap tidak nyaman membicarakan detail teknis di depan publik.

Media Spanyol AS.com menulis, setelah finis ke-17, Pecco Bagnaia sempat menampilkan “senyum paksa” ke kamera di pit box.

Itu caranya menahan kekecewaan. “Hari ini bagi saya sudah berakhir. Saya tertinggal 30 detik dari yang terdepan. Sulit dipercaya,” katanya.

Sementara itu, Marco Bezzecchi tampil luar biasa di Sprint MotoGP Mandalika. Meski start buruk, ia sukses menyalip Aldeguer di lap terakhir dan merebut kemenangan dramatis. (***)

 

 

 

 

Editor : Alfian Yusni
#penumpang #Pecco Bagnaia #MotoGP Mandalika #Mandalika #Ducati GP25