LombokPost – Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, memutuskan menjalani pemulihan pascaoperasi tulang selangka di Red Bull Athlete Performance Center, Austria, untuk mempercepat proses penyembuhan setelah kecelakaan di MotoGP Jepang 2025.
Cedera tulang selangka yang dialami Jorge Martin di Tissot Sprint GP Jepang memaksanya menepi dari lintasan.
Pihak Aprilia Racing mengonfirmasi bahwa Jorge Martin akan menetap selama beberapa hari di Red Bull Athlete Performance Center, Salzburg, Austria, guna mempercepat pemulihan.
Tiga hari setelah kecelakaan, Jorge Martin menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas Dexeus, Barcelona, Spanyol.
Setelah itu, ia kembali ke rumahnya di Andorra untuk memulai latihan ringan menggunakan sepeda statis.
Kini, pembalap asal Madrid itu fokus memulihkan kondisi fisiknya dengan pendampingan penuh dari tim medis Red Bull.
Fasilitas Red Bull Athlete Performance Center bukan tempat asing bagi pembalap MotoGP.
Sebelumnya, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) juga pernah menjalani masa rehabilitasi di sana setelah cedera lengan kanan.
Pusat performa atlet tersebut dilengkapi peralatan modern, tim dokter dan fisioterapis khusus, serta sistem pemulihan yang menyeluruh.
Jorge Martin berencana tinggal di Austria selama sekitar satu minggu untuk mempercepat proses penyembuhan dan mempersiapkan diri menghadapi sisa musim.
Manajer Tim Aprilia Racing, Paolo Bonora, memastikan bahwa Jorge Martin akan absen di GP Australia akhir pekan depan. Sementara itu, peluang tampil di MotoGP Malaysia masih belum bisa dipastikan.
Target realistis bagi Jorge Martin adalah tes resmi pramusim MotoGP 2026 yang dijadwalkan pada 18 November di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.
Dalam unggahan di media sosial, Martinator -julukan Jorge Martin, menulis pesan penuh semangat.
“Sulit memang, tapi saya tidak akan pernah menyerah. Jika ada satu hal yang saya pelajari, masa-masa sulitlah yang benar-benar mengubah kita. Menghadapi kesulitan dengan ketekunan membuat kita lebih kuat. Itulah arti hidup! Terima kasih kepada semua orang atas pesan dan kekuatan yang terus kalian kirimkan. Setiap bantuan kecil sangat berarti!”
Editor : Rury Anjas Andita