LombokPost – Iga Swiatek kembali menunjukkan ketajamannya di musim 2025.
Petenis asal Polandia itu meraih kemenangan ke-60 musim ini setelah menaklukkan Marie Bouzkova 6-1, 6-1 pada babak kedua Dongfeng Voyah Wuhan Open 2025.
Dengan hasil ini, Iga Swiatek melangkah ke babak ketiga dan akan menantang pemenang antara Belinda Bencic (unggulan ke-13) dan Elise Mertens.
Swiatek mendominasi sejak awal laga, mematahkan servis Bouzkova enam kali dan memenangkan 31 dari 51 poin servis dalam duel selama 79 menit.
Petenis berusia 24 tahun itu kini memiliki rekor 2-0 atas Bouzkova. Sementara itu, Bouzkova yang mengalahkan Camila Osorio di babak pertama, belum pernah menang melawan pemain Top 10 musim ini (0-7).
Swiatek datang ke Wuhan Open 2025 dengan semangat baru setelah tersingkir di babak keempat China Open Beijing oleh Emma Navarro.
Kekalahan itu membuatnya semakin termotivasi untuk memperbaiki performa jelang akhir musim.
“Ada banyak turnamen yang Anda menangkan [dan] minggu berikutnya Anda kalah,” kata Swiatek kepada wartawan di Wuhan.
“Jadi ini mengecewakan. Sulit untuk selalu menang dan konsisten. Saya hanya fokus untuk berkembang dan berlatih setiap hari untuk bermain sebaik mungkin,”sambungnya.
Pendekatan tersebut terbukti ampuh. Dengan kemenangan ke-60 ini, Swiatek menjadi satu-satunya petenis wanita abad ini yang berhasil mencapai angka tersebut selama empat tahun berturut-turut.
Sebelumnya, hanya Martina Hingis (1997–2001) dan Lindsay Davenport (1998–2001) yang mampu melakukannya.
Di turnamen WTA 1000, catatan Swiatek juga luar biasa. Ia telah memenangkan 31 pertandingan pembuka berturut-turut — hanya kalah dari Hingis (40).
Swiatek juga mencatat 100 kemenangan dari 153 laga WTA 1000, hanya di bawah Serena Williams (144) yang lebih efisien.
“Setiap turnamen yang saya ikuti, saya ingin menampilkan permainan terbaik saya,” ujar Swiatek. “
Terkadang saya berhasil; terkadang tidak, tetapi ya, harapan saya adalah melakukan yang terbaik,”tambahnya.
Sementara itu, Mirra Andreeva, unggulan kelima yang juga berlaga di Wuhan, justru kandas. Petenis muda Rusia berusia 18 tahun itu dikalahkan Laura Siegemund 6-7(4), 6-3, 6-3 dalam pertarungan tiga jam lebih.
Andreeva tampil tidak konsisten dengan 15 kesalahan ganda dan delapan kali servis dipatahkan. Sejak mencapai perempat final Wimbledon Juli lalu, rekor Andreeva adalah 5-4.
“Saya bisa bilang bahwa jelas tekanan saya sedikit berkurang di awal tahun. Tapi saya masih belajar bagaimana menghadapi semua itu,”ujarnya.
Siegemund, yang kini berusia 37 tahun, kembali membuktikan daya juangnya. Petenis Jerman ini pernah menumbangkan Madison Keys di Wimbledon dan Zheng Qinwen di Australian Open.
Di Wuhan, ia akan menghadapi pemenang antara Karolina Muchova dan Magdalena Frech pada babak ketiga.
Editor : Rury Anjas Andita