Meski kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi di laga perdana Grup B babak keempat Kualifikasi Zona Asia, Garuda masih punya peluang lolos, baik langsung maupun melalui jalur playoff.
Kekalahan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, menempatkan Indonesia di dasar klasemen sementara dengan nol poin.
Arab Saudi memimpin dengan tiga poin, disusul Irak yang belum bermain. Namun, format baru kualifikasi memberi ruang bagi skenario ajaib yang masih bisa membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Skenario Pertama: Menang Besar atas Irak
Laga melawan Irak pada Sabtu (11/10) malam waktu setempat menjadi penentu nasib Indonesia.
Garuda wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol agar selisih gol (-1) berubah positif dan membuka peluang menyalip Arab Saudi.
“Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tapi juga soal margin gol,” kata pelatih Patrick Kluivert usai laga.
Kemenangan besar atas Irak akan mengembalikan kepercayaan diri skuad Merah Putih sekaligus menjaga peluang menuju babak kelima kualifikasi.
Posisi runner-up di tiap grup masih memiliki kesempatan tampil di playoff untuk tiket Piala Dunia.
Skenario Kedua: Irak Kalahkan Arab Saudi Tipis
Skenario lain bergantung pada laga terakhir Grup B antara Arab Saudi dan Irak pada 14 Oktober.
Jika Irak menang tipis dengan selisih satu gol dan Indonesia sebelumnya mengalahkan Irak dengan margin besar, ketiga tim bisa sama-sama mengoleksi tiga poin.
Dalam situasi itu, selisih gol akan jadi penentu. Indonesia bisa memimpin klasemen jika unggul produktivitas gol atas dua pesaingnya.
Namun, bila Irak menang lebih dari satu gol, maka Indonesia wajib menang besar atas Irak untuk menjaga asa tetap hidup. Semua hasil kini bergantung pada kombinasi skor yang menguntungkan.
Performa Meningkat, Harapan Masih Terbuka
Meski kalah, performa Indonesia melawan Arab Saudi tetap menuai pujian. Dua gol Kevin Diks dari titik putih dan penampilan impresif Maarten Paes di bawah mistar menunjukkan tim ini sudah sejajar dengan elite Asia.
Tantangan selanjutnya bagi Kluivert bukan hanya taktik, tetapi juga mental.
“Kami harus tetap percaya dan fokus pada peluang yang ada,” ujarnya.
Dengan kuota Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi 48 tim, peluang negara Asia memang meningkat. Namun, perjuangan Indonesia tetap membutuhkan kombinasi hasil, konsistensi, dan sedikit keajaiban.
Apapun hasilnya, Indonesia sudah menunjukkan kemajuan besar. Dari tim yang dulu hanya pelengkap, kini Garuda menjelma menjadi pesaing yang mulai diperhitungkan.
Kekalahan dari Arab Saudi hanyalah babak awal dari perjalanan panjang menuju impian besar: tampil di Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Marthadi