Lombok Post – Gelandang veteran Jerman, Toni Kroos, memberikan komentar tajam dan penuh sindiran terhadap kondisi terbaru Timnas Jerman jelang Piala Dunia 2026. Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, mantan bintang Real Madrid itu secara blak-blakan menyebut bahwa Timnas Jerman saat ini hanyalah tim pas-pasan yang belum layak disebut sebagai kandidat juara dunia.
“Timnas Jerman? Saat ini, kami tidak punya 50 pemain kelas dunia. Kami hanya pas-pasan. Jangan lupa bahwa saat ini, kami bukan termasuk tim yang punya ambisi besar,” ucap Kroos seperti dikutip dari Kicker dan Bild.
Pernyataan Toni Kroos soal Timnas Jerman ini langsung menyita perhatian publik. Ia menegaskan bahwa skuad Jerman saat ini jauh dari kata siap untuk bersaing di level tertinggi seperti Piala Dunia 2026. Dibandingkan dengan tim-tim elite lainnya, Jerman dinilai kalah secara kualitas, kedalaman skuad, dan mental bertanding.
“Masih jauh dari mampu berbicara tentang memenangkan Piala Dunia 2026,” lanjut Kroos.
Komentar pedas Kroos memperlihatkan adanya keprihatinan mendalam terhadap kemunduran performa Die Mannschaft dalam beberapa tahun terakhir. Sejak juara di Piala Dunia 2014, prestasi Jerman terus menurun—tereliminasi di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan gagal bersinar di Euro 2020 maupun Piala Dunia 2022.
Kritik Toni Kroos juga seolah mempertegas bahwa Timnas Jerman bukan penantang serius di Piala Dunia 2026, terutama bila tidak ada perubahan signifikan dalam strategi pembinaan pemain muda maupun manajemen tim nasional. Ia menyarankan agar federasi sepak bola Jerman (DFB) fokus membangun kembali mental juara dan memperluas regenerasi yang berkualitas.
Baca Juga: Real Madrid Siap Lepas Vinicius Junior, tapi Harganya Gila !
Reaksi netizen Jerman pun beragam. Ada yang mengapresiasi kejujuran Kroos, tapi ada pula yang menyayangkan pernyataan tersebut keluar dari salah satu figur senior yang kini kembali dipanggil memperkuat tim nasional untuk Euro 2024.
Terlepas dari kontroversi ucapannya, Toni Kroos tetap menjadi sosok berpengaruh dalam sepak bola Jerman. Kehadirannya kembali di skuad menandakan bahwa DFB masih memercayai pengalamannya untuk membimbing generasi muda.
Namun, pernyataannya menjadi sinyal jelas: jika Jerman ingin kembali menjadi kekuatan dunia, perombakan menyeluruh harus segera dilakukan.
Editor : Akbar Sirinawa