Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Urunan untuk Bisa Main Mini Soccer, Harus Booking dari Jauh Hari

Lombok Post Online • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:06 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Olahraga mini soccer berkembang menjadi bagian dari gaya hidup; menyenangkan, menyehatkan, dan mempersatukan.

Namun untuk bisa memainkannya butuh kocek yang tidak sedikit untuk sewa lapangan. Biasanya para pemain menyiasatinya dengan urunan.

Seperti yang dilakukan anggota Mini Soccer Lombok All Star.

Satria, koordinator Minisoccer Lombok All Star mengatakan anggota cukup membayar Rp 150 ribu per bulan untuk empat kali bermain.

Dengan biaya itu, pemain mendapat fasilitas air mineral dan fotografer yang mendokumentasikan permainan layaknya pertandingan profesional.

“Orang tinggal bawa sepatu sendiri, yang lain kami siapkan,” jelas Ecang.

Komunitas ini juga sering melakukan sparing dengan tim lain di luar jadwal rutin.

“Melihat anggota datang tiap minggu itu bahagia sekali. Untuk main mini soccer kan butuh banyak orang, jadi kami saling ajak teman kerja, teman rumah, siapa pun yang mau gabung,” tambah Satria.

Mizan, salah satu anggota Minisoccer Lombok All Star, mengatakan, mini soccer bukan hanya hobi, tapi juga cara hidup sehat.

“Kalau main seminggu sekali saja sudah terasa bedanya. Badan enteng dan kerja juga makin semangat,” ucapnya.

Penggemar mini soccer lainnya adalah Haeril, 23 tahun.

“Dari kecil, saya memang suka main bola. Mau di lapangan besar, futsal, atau yang lagi tren sekarang ini mini soccer, saya pasti suka,” ujarnya.

Menurut dia, mini soccer menawarkan sesuatu yang berbeda, ukuran lapangan yang pas, intensitas permainan yang menantang tapi tidak melelahkan, serta nuansa kompetitif yang tetap bersahabat.

Haeril menyebut mini soccer sebagai bentuk olahraga yang cocok bagi siapa saja yang ingin menjaga kebugaran tanpa harus bermain di lapangan besar.

Haeril biasanya bermain di DCM Mandalika.

Diakuinya, belakangan ini waktu bermain agak terbatas.

Bukan karena pekerjaan yang menyita. Namun, faktor harus bersaing dengan penggemar yang lain untuk menyewa lapangan menjadi tantangan sendiri.

Kondisi ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap mini soccer.

“Kalau saya dulu bisa seminggu sekali dan durasi mainnya lumayan, tetapi sekarang paling dua minggu sekali atau bisa sebulan sekali, itu karena kita rebutan jadwal. Harus booking jauh-jauh hari,” jelasnya.

Sementara itu, bagi M Yamin, mini soccer bukan sekadar olahraga, tapi juga jalan untuk menjaga silaturahmi dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Dulu, saat masih kuliah, ia bisa bermain satu hingga dua kali dalam seminggu.

Kini, di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas lain, ia tetap menyempatkan bermain, meski hanya sekali dalam sebulan.

“Biasanya malam, sekitar jam 7. Tapi tergantung kesepakatan juga sama teman-teman,” tambahnya.

Beberapa member bermain mini soccer di lapangan Olympico, Sayang-sayang, Kota Mataram.
Beberapa member bermain mini soccer di lapangan Olympico, Sayang-sayang, Kota Mataram.

Yamin mengaku, keseruan bermain mini soccer bukan hanya soal mencetak gol atau meraih kemenangan, tetapi lebih pada dinamika permainannya yang menuntut kerja sama dan stamina ekstra.

“Karena jumlah pemain lebih sedikit dibanding sepak bola biasa, kita harus lebih aktif bergerak. Di situ tantangannya, sekaligus bisa menunjukkan aksi-aksi kita di lapangan,” jelas pemuda 25 tahun tersebut.

Tak hanya itu, momen berkumpul dengan teman-teman menjadi bagian paling menyenangkan dari hobi ini.

Ia biasa bermain bersama teman kuliah atau sahabat-sahabatnya dari Bima.

Bagi Yamin, mini soccer memberikan dampak positif bagi gaya hidup.

Aktivitas ini membuat tubuhnya lebih aktif, menjaga kebugaran, sekaligus menjadi sarana bersosialisasi yang menyenangkan.

“Buat saya, main mini soccer itu semacam penghilang stres. Sangat membantu untuk peregangan otot juga,” tuturnya.

Meski menaruh minat besar pada olahraga ini, Yamin mengaku tidak berniat menekuninya secara profesional.

“Hanya hobi saja. Saya tidak terlalu mendalami ilmunya, seperti ikut pelatihan atau semacamnya,” ujarnya. (jay/yun/r3)

Editor : Kimda Farida
#fotografer #olahraga #mini soccer #fasilitas #Lombok