Lombok Post – Arne Slot resmi mencatatkan periode terburuk dalam karier kepelatihannya setelah Liverpool menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Rangkaian hasil negatif ini menjadi catatan kelam pertamanya sejak mengambil alih kursi panas di Anfield dan sekaligus mengguncang awal musim klub yang sarat ambisi tersebut.
Rentetan kekalahan tersebut dimulai dari laga melawan Manchester United yang berakhir 2-1, diikuti kekalahan dengan skor identik atas Chelsea. Liverpool juga gagal mengatasi Galatasaray dalam laga Eropa dengan skor tipis 1-0, sebelum akhirnya dikejutkan oleh Crystal Palace dengan hasil 2-1 di kandang sendiri.
Empat kekalahan beruntun ini tak hanya menghapus tren positif awal musim, tapi juga menimbulkan tanda tanya besar soal kesiapan taktik dan mental tim di bawah kendali Slot.
Sebagai pelatih yang awalnya dipuji karena membawa pendekatan segar usai era Jurgen Klopp, Arne Slot kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan stabilitas tim.
Banyak pihak menyebut masalah utama ada pada lini pertahanan yang tak solid, ditambah kurangnya penyelesaian akhir dari para penyerang meski dominasi permainan sempat mereka miliki dalam beberapa pertandingan.
Slot pun tak menampik bahwa tekanan semakin tinggi. Dalam wawancara usai kekalahan keempat, ia menyebut bahwa periode ini adalah "tantangan terbesarnya sebagai pelatih".
Ia juga menegaskan bahwa satu-satunya solusi adalah kembali bekerja keras dan menjaga mentalitas skuad tetap utuh di tengah badai kritik yang datang dari publik dan media.
Baca Juga: Ayah Lamine Yamal Kian Berkuasa di FC Barcelona: Sorotan Ballon d’Or & Jet Pribadi Picu Ketegangan
Sementara itu, desakan suporter agar manajemen segera mengambil langkah taktis juga semakin keras terdengar. Sebagian menyayangkan kurangnya kedalaman skuad, sementara yang lain mempertanyakan strategi rotasi dan pilihan formasi yang dinilai tidak konsisten.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Arne Slot merespons tekanan ini. Mampukah ia keluar dari krisis dan membalikkan keadaan? Atau justru awal musim ini menjadi pertanda bahwa Liverpool butuh arah baru di bawah nakhoda yang berbeda?
Editor : Siti Aeny Maryam