LombokPost - Dispora NTB akan menurunkan ratusan atlet pelajar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII 2025 yang akan berlangsung di Jakarta pada 1 -10 November mendatang.
Kepala Dispora NTB, Wirawan, mengatakan bahwa ajang POPNAS tahun ini mempertandingkan 23 cabang olahraga.
Yang terdiri dari cabang unggulan DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), cabang unggulan daerah, serta cabang pilihan tuan rumah.
”NTB akan berpartisipasi di 15 cabor dengan mengirimkan 102 atlet, 28 pelatih, dan 13 ofisial,” ujarnya, Selasa (21/10).
Wirawan menjelaskan cabor yang akan diikuti NTB adalah atletik, angkat besi, voli pasir, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, taekwondo, tenis meja, tinju, dan wushu.
Para atlet yang turun merupakan hasil pembinaan dari Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) NTB sebanyak tiga cabor. Yakni atletik, pencak silat, dan taekwondo. Ditambah atlet dari usulan pengprov cabor yang telah menyeleksi atlet terbaiknya.
POPNAS XVI tahun 2023 di Palembang, NTB berhasil membawa pulang 2 medali emas dari cabang atletik dan pencak silat. ”Untuk popnas kali ini targetnya meningkat, kita membidik tiga medali emas,” tuturnya.
Untuk diketahui, Popnas 2025 mempertandingkan 23 cabor yang terdiri dari cabor DBON, unggulan & pilihan tuan rumah.
Yaitu angkat besi, atletik, balap sepeda, bola basket, bola voli, bulu tangkis, dayung, gulat, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, sepakbola, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju dan wushu.
Tak hanya POPNAS, NTB juga akan menurunkan atlet dalam Pekan Parlimpik Pelajar Nasional (Peparpenas). NTB akan mengikuti pertandingan cabor para atletik dan para tenis meja, dengan kekuatan 12 atlet, 6 pelatih, dan 8 ofisial. Seluruh atlet berasal dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah NTB yang telah melalui proses seleksi ketat oleh Dispora NTB bersama perwakilan SLB setempat.
”Kami ingin memastikan bahwa semangat olahraga juga inklusif. PEPARPENAS menjadi ruang bagi atlet-atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Wirawan.
Ia berharap keikutsertaan NTB dalam dua ajang nasional ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan atlet pelajar sejak dini agar melahirkan bibit unggul yang kelak bisa bersaing di level internasional. (puj/r8)
Editor : Pujo Nugroho