LombokPost – Sirkuit Internasional Mandalika kembali menunjukkan tajinya sebagai lintasan yang menantang, bukan hanya bagi pembalap MotoGP, tetapi juga bagi para peserta Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025.
Dua tikungan ikonik, yakni Tikungan 10 dan Tikungan 16, kembali menjadi sorotan karena terbukti menyulitkan banyak pembalap, termasuk dari tim-tim nasional.
Salah satu pembalap yang turut merasakan ketatnya tantangan tersebut adalah Mirwan dari tim OMP Garage asal Batam.
Dalam wawancara bersama Lombok Post, Mirwan mengaku bahwa Mandalika selalu menghadirkan sensasi tersendiri setiap kali ia dan timnya turun di lintasan.
“Sirkuit Mandalika sangat berkesan bagi kami, apalagi kami datang dari jauh. Rasanya selalu ingin kembali ke sini untuk menguji ketangkasan dan kemampuan mobil,” ujar Mirwan dengan antusias.
Tim OMP Garage sendiri sudah tiga kali mengikuti seri MFoS tahun ini.
Mereka memulai kiprahnya dengan mobil BR-Z, yang dikatakan cukup kompetitif di lintasan panjang Mandalika.
Namun, meski sudah terbiasa dengan kecepatan, tantangan besar tetap datang dari dua tikungan legendaris.
“Tikungan 10 dan 16 benar-benar sulit dijinakkan kalau ingin dapat waktu bagus. Bahkan pembalap MotoGP pun sering kesulitan di situ,” tambah Mirwan.
Namun meski sulit, justru di situlah letak tantangan yang dirasakan membuat para pembalap ingin menaklukkan tikungan tersebut.
“Kami belum sepenuhnya puas dengan hasil kali ini, tapi di situlah seninya. Mandalika selalu menguji batas kami, dan itu yang membuat kami ingin kembali,” pungkasnya.
Tikungan 10 dan 16, Dua Monster Mandalika
Menurut laporan resmi dari MGPA (Mandalika Grand Prix Association), kedua tikungan tersebut memang menjadi titik paling rumit di Sirkuit Mandalika.
Tikungan 10 merupakan tikungan berkecepatan tinggi dengan sudut 90 derajat ke kanan dan area gravel di bagian luar yang rawan menjerumuskan pembalap jika sedikit saja kehilangan grip.
Sementara Tikungan 16, yang bentuknya menyerupai U-turn, memiliki radius yang sangat sempit dan menuntut kontrol penuh atas kendaraan.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menyampaikan bahwa secara keseluruhan kondisi lintasan dalam keadaan baik dan aman digunakan.
Petugas di Race Control memastikan tidak ada ceceran oli, air radiator, atau cairan lain di permukaan lintasan.
Namun, meski kondisi fisik sirkuit aman, tingkat kesulitannya tetap menjadi ujian utama.
Selama ajang MFoS berlangsung, sejumlah insiden crash tercatat di beberapa kelas.
Priandhi menyebutkan bahwa semua kejadian tersebut sedang dalam proses investigasi oleh tim Race Control.
“Petugas sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan penyebab insiden, apakah karena senggolan, tabrakan, atau kesalahan teknis pembalap. Setelah semua data lengkap, barulah hasil resmi dan kemungkinan sanksi akan diumumkan,” jelasnya.
Meski diwarnai beberapa insiden, antusiasme penonton di Mandalika tetap tinggi.
Tribun terlihat padat dengan penonton lokal dan wisatawan yang datang untuk menikmati adrenalin balapan sekaligus panorama indah di sekitar kawasan Mandalika.
Priandhi menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah seluruh seri selesai, termasuk penentuan batas jumlah peserta untuk menjaga keselamatan (safety) tanpa mengurangi keseruan (excitement) dari ajang balap tersebut.
“Kami belum sepenuhnya puas dengan hasil kali ini, tapi di situlah seninya. Mandalika selalu menguji batas kami, dan itu yang membuat kami ingin kembali,” pungkasnya.
Dengan tantangan dan keindahan yang berpadu, Sirkuit Mandalika sekali lagi membuktikan diri sebagai ikon motorsport Indonesia yang tak hanya memikat mata, tapi juga menguji nyali para pembalap terbaik negeri ini.
Editor : Kimda Farida