LombokPost-Kabar gembira menyelimuti dunia balap Tanah Air. Setelah pembalap muda andalan, Veda Ega Pratama, resmi mengukir sejarah dengan promosi ke kelas Moto3 Grand Prix, kini giliran pengelola sirkuit angkat bicara.
Di tengah gema deru mesin di Sirkuit Internasional Mandalika, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria menyampaikan tanggapan yang bukan hanya apresiasi, tetapi juga sebuah penegasan visi bahwa Mandalika adalah pabrik pencetak juara dunia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Veda. Ia telah membawa nama Indonesia, membawa Merah Putih kita naik ke podium di kancah internasional," ujar Priandhi Satria penuh bangga, Sabtu (1/11).
Keberhasilan Veda, yang merupakan hasil kerja keras tim dan kesempatan berlatih di sirkuit berstandar MotoGP, menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur balap Indonesia kini setara dengan yang terbaik di dunia.
Priandhi Satria menjelaskan peran krusial Sirkuit Mandalika. Bukan sekadar arena tontonan, sirkuit ini telah diplot sebagai "bengkel" atau "tempat berlatih" yang ideal dan aman.
"Tujuan utamanya adalah membiasakan pembalap kita dengan lingkungan dan kecepatan tinggi di sirkuit kelas dunia," tegasnya.
"Agar saat mereka berlaga di luar negeri, itu sudah menjadi sesuatu yang biasa, bukan lagi menakutkan. Mereka datang untuk bertanding, bukan sekadar beradaptasi," tambah Priandhi Satria.
Pernyataan Priandhi Satria seakan menyoroti strategi fundamental, menghilangkan kendala psikologis dan adaptasi yang kerap menghambat pembalap Asia saat melangkah ke panggung Eropa.
Namun, Priandhi Satria menutup dengan sebuah tantangan yang harus dijawab bersama. Untuk mengantar lebih banyak talenta seperti Veda ke level tertinggi, tidak hanya dibutuhkan bakat dan fasilitas, tetapi juga dukungan kuat dari sponsor dan kolaborasi banyak pihak.
Seperti diketahui, MGPA berkomitmen untuk menjadikan Sirkuit Internasional Mandalika sebagai "kawah candradimuka" yang siap melahirkan pembalap-pembalap Grand Prix berikutnya.
Promosi Veda Ega Pratama adalah lonceng penanda bahwa impian Indonesia di dunia balap kini sudah berada di jalur cepat.
Editor : Kimda Farida