LombokPost - Sejarah baru tercipta untuk tenis Indonesia. Janice Tjen resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah setelah menyapu bersih dua gelar juara — tunggal dan ganda — di WTA Chennai Open 2025.
Dalam final tunggal WTA 250 Chennai Open 2025, Minggu (26/10), petenis berusia 23 tahun itu tampil gemilang dengan menundukkan Kimberly Birrell (Australia) dua set langsung, 6-4, 6-3.
Hasil ini menjadikannya pemain Indonesia pertama dalam 23 tahun terakhir yang menjuarai turnamen WTA, sekaligus membuka babak baru kebangkitan tenis putri Tanah Air. Kemenangan Janice Tjen di WTA Chennai Open 2025 juga menjadi pencapaian terbesar sepanjang kariernya di musim perdananya di level tur.
Ia menyempurnakan pekan luar biasa itu dengan merebut gelar ganda bersama Aldila Sutjiadi, menumbangkan pasangan unggulan utama Storm Hunter/Monica Niculescu 7-5, 6-4.
“Saya rasa saya bermain lebih baik di setiap ronde dan hari ini, saya bisa memainkan permainan tenis terbaik saya,” ujar Tjen usai laga.
“Ia sangat gigih. Ia pemain yang sangat berpengalaman, jadi tidak pernah mudah melawan pemain seperti Kim. Saya senang bisa menang hari ini,” sambungnya.
Akhiri Penantian 23 Tahun Tenis Indonesia
Kemenangan Janice Tjen mengakhiri penantian panjang publik Indonesia sejak Angelique Widjaja menjuarai turnamen WTA di Pattaya City pada 2002. Dua dekade lebih tanpa gelar akhirnya terhapus di Chennai, menjadikan Janice Tjen sebagai simbol generasi baru tenis Indonesia.
Tak hanya soal trofi, kemenangan Janice Tjen di Chennai Open 2025 juga berdampak besar pada peringkat dunia. Dari posisi di luar Top 500 tahun lalu, kini ia akan melonjak ke peringkat 53 dunia dalam Peringkat PIF WTA, melampaui rekor terbaik Widjaja (peringkat 55).
Dengan capaian ini, Tjen menjadi petenis Indonesia berperingkat tertinggi kedua sepanjang sejarah, hanya kalah dari Yayuk Basuki, yang pernah mencapai peringkat 19 dunia.
Perjalanan Mengesankan Menuju Gelar WTA Chennai Open 2025
Sepanjang turnamen WTA Chennai Open 2025, Janice Tjen menunjukkan ketangguhan dan konsistensi luar biasa. Ia memenangkan lima pertandingan secara beruntun, termasuk duel berat di semifinal dan laga final yang menguras energi.
Baca Juga: Glamor di Riyadh! WTA Finals 2025 Rayakan Gaya, Budaya, dan Kekuatan Perempuan Dunia
Game keempat pada set pertama — yang berlangsung hingga 13 kali deuce — menjadi titik balik penting. Dari situ, Janice Tjen menguasai permainan dan memenangkan tujuh dari delapan gim berikutnya untuk unggul 6-3, 4-0.
Birrell sempat bangkit dan memperkecil kedudukan 4-3, tetapi Tjen menunjukkan ketenangan dan mental juara. Ia menutup pertandingan dengan agresi tajam dan akurasi tinggi, mengamankan kemenangan bersejarah hanya dalam waktu 1 jam 18 menit.
Sapu Bersih Gelar: Tunggal dan Ganda Sekaligus
Kesuksesan Janice Tjen tidak berhenti di tunggal. Beberapa jam setelah mengangkat trofi pertamanya di WTA Chennai Open 2025, ia kembali turun bersama Aldila Sutjiadi di final ganda — dan kembali menang.
Kemenangan 7-5, 6-4 atas duet Storm Hunter/Monica Niculescu membuat duo Indonesia ini menorehkan sejarah ganda pertama Tanah Air di level WTA sejak era Yayuk Basuki.
Dengan double title ini, Janice Tjen menjadi pemain ketiga musim ini yang menyapu bersih dua gelar di satu turnamen, menyamai catatan Jasmine Paolini (Roma) dan Maya Joint (Rabat).
Kebangkitan Tenis Indonesia di Kancah Dunia
Kisah sukses Janice Tjen di WTA Chennai Open 2025 bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan momentum kebangkitan tenis Indonesia di level global.
Dengan rekor musim ini 77 kemenangan dan 15 kekalahan, Tjen telah tampil di final di semua level kompetisi — mulai dari ITF, WTA 125, hingga WTA 250. Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia kembali memiliki bintang baru di panggung tenis dunia.
“Saya sangat bangga dengan perjalanan musim ini,” ujar Tjen. “Ini baru permulaan. Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Indonesia lebih jauh lagi,”pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita