LombokPost – Direktur Teknis Aprilia Racing, Fabiano Sterlacchini, mengungkapkan bahwa pabrikan asal Italia tersebut telah mencatat kemajuan pesat dalam pengembangan motor RS-GP sepanjang musim MotoGP 2025.
Dalam program resmi MotoGP bertajuk “Workshop”, Sterlacchini menganalisis perjalanan teknis timnya yang kini menjadi salah satu kekuatan utama di grid.
Aprilia disebutnya telah menjelma menjadi pabrikan kompetitif. Musim ini, mereka mengoleksi tiga kemenangan Tissot Sprint dan satu kemenangan Grand Prix, sekaligus menempati peringkat kedua klasemen konstruktor MotoGP 2025.
Sementara di klasemen pembalap, Marco Bezzecchi kini berada di posisi ketiga, membuktikan konsistensi luar biasa dari motor RS-GP.
“Saat ini, kami jelas telah tampil cukup baik dalam beberapa balapan terakhir. Kami memang telah mengambil beberapa langkah dan melakukan beberapa peningkatan, tetapi kami harus tetap membumi,” ujar Sterlacchini.
Ia menegaskan bahwa kerja keras tim, baik di markas Noale maupun di trek, menjadi kunci keberhasilan Aprilia dalam menemukan arah pengembangan yang tepat.
“Saya rasa kami bisa memulai jalur baru dengan pembalap baru. Berkat kerja keras Marco Bezzecchi dan seluruh staf di Noale dan di sirkuit, kami makin berkembang. Kami telah membuat kemajuan pesat dalam meningkatkan motor,” lanjutnya.
Sterlacchini menambahkan, potensi Aprilia masih sangat besar. Ia menilai masih ada ruang untuk inovasi teknis yang dapat membuat RS-GP lebih kompetitif lagi musim depan.
“Kami akan terus bekerja keras dan saya yakin kami bisa sangat puas dengan posisi kami saat ini. Jika kali ini kami menemukan sesuatu yang baru, itu berarti masih ada ruang untuk peningkatan,” tegasnya.
Bezzecchi, Juru Selamat Aprilia di Tengah Krisis
Performa impresif Marco Bezzecchi menjadi sorotan utama dalam kebangkitan Aprilia Racing. Setelah Juara Dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, absen karena cedera, Bezzecchi berhasil mengambil alih tanggung jawab besar dan memimpin proyek pengembangan RS-GP.
“Marco bertanggung jawab atas semua pengembangan proyek ini. Tentu saja, ia menerima dukungan penting dari pembalap lain seperti Lorenzo Savadori dan pembalap Trackhouse Racing, tetapi secara persentase, saya rasa kontribusinya tiga hingga empat kali lebih besar,” ungkap Sterlacchini.
Direktur Teknis Aprilia itu memuji etos kerja dan konsistensi Bezzecchi, yang disebutnya luar biasa dalam memberikan umpan balik teknis kepada tim.
“Bagi saya, salah satu perbedaan yang menonjol adalah kemampuannya menyerap informasi seperti film. Ia langsung bertindak. Kami telah membahas pendekatannya terhadap balapan berkali-kali dalam rapat, dan ia mengeksekusi persis seperti yang kami inginkan,” tutur Sterlacchini.
Lebih lanjut, ia menilai Bezzecchi memiliki semua elemen untuk menjadi penantang gelar juara dunia di masa mendatang.
“Kemampuannya untuk menjadi penantang gelar bergantung pada banyak faktor, tetapi ia telah menunjukkan kepada dunia, dan kami, bahwa ia memiliki kecepatan, sikap, pendekatan, dan fokus untuk mencapainya,” pungkasnya.
Konteks Teknis dan Signifikansi Aprilia di MotoGP 2025
Konsistensi Aprilia Racing di musim MotoGP 2025 menandai babak baru bagi pabrikan Noale. Setelah beberapa tahun menjadi “kuda hitam”, kini Aprilia menjadi ancaman serius bagi Ducati dan KTM dalam perebutan Triple Crown MotoGP.
Motor RS-GP yang dikembangkan di bawah pengawasan Fabiano Sterlacchini menunjukkan stabilitas tinggi, traksi kuat, dan performa aerodinamika yang lebih efisien — aspek yang sempat menjadi kelemahan Aprilia di musim sebelumnya.
Dengan Marco Bezzecchi yang terus berkembang dan Lorenzo Savadori yang memberikan data uji penting, Aprilia diyakini bakal tampil lebih kuat pada MotoGP 2026.
Editor : Rury Anjas Andita