Lombok Post - Harapan besar tengah menyelimuti sepak bola Jepang menjelang Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) secara terbuka menargetkan final Piala Dunia 2026, bukan lagi sekadar lolos ke babak 16 besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, menegaskan bahwa generasi pemain Jepang saat ini telah mencapai kedewasaan dan kepercayaan diri yang luar biasa, menjadikan target final bukan hal yang mustahil bagi Samurai Biru.
Miyamoto yang juga mantan kapten tim nasional Jepang menyebut, skuad saat ini berisi pemain-pemain yang telah matang bermain di Eropa—mulai dari Wataru Endo di Liverpool, Ritsu Doan di Eintracht Frankfurt, hingga beberapa nama lain yang tampil di kompetisi besar seperti Liga Champions, Liga Primer, dan Bundesliga. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk menantang tim-tim besar dunia. Ia optimistis bahwa timnas Jepang kini berada di jalur yang tepat untuk melangkah lebih jauh dari generasi sebelumnya.
Sejak debut di Piala Dunia 1998, Jepang selalu konsisten tampil di ajang empat tahunan tersebut, namun langkah mereka selalu terhenti di fase 16 besar. Kekalahan menyakitkan lewat adu penalti melawan Kroasia di Qatar 2022 masih segar di ingatan, namun justru menjadi motivasi besar untuk bangkit di edisi berikutnya. Dengan pengalaman internasional yang makin luas dan kemenangan penting atas Brasil dalam laga persahabatan bulan lalu, semangat juang Samurai Biru mencapai titik tertinggi dalam sejarah sepak bola Jepang.
Baca Juga: Sejarah Kelam Terulang! Timnas Indonesia Tanpa Garuda Calling di FIFA Matchday November 2025
Miyamoto juga menegaskan bahwa pelatih Hajime Moriyasu memiliki visi realistis namun penuh keyakinan. Ia menyadari Jepang belum menjadi kandidat utama juara dunia, tetapi percaya mencapai final Piala Dunia 2026 bukan hal yang mustahil. Optimisme ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari kemajuan sistem pembinaan sepak bola Jepang yang kini menjadi panutan di Asia.
Ambisi besar Jepang menuju final Piala Dunia 2026 juga menunjukkan betapa pesatnya perkembangan sepak bola Asia dalam satu dekade terakhir. Jepang menjadi contoh nyata bagaimana kedisiplinan, kerja keras, dan investasi jangka panjang dalam pembinaan pemain mampu menghasilkan tim yang kompetitif di level dunia. Kini, JFA ingin membuktikan bahwa tim Asia bukan hanya peserta pelengkap, tetapi pesaing sejati yang siap menantang dominasi Eropa dan Amerika Selatan.
Dengan fondasi yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi, Samurai Biru kini membawa harapan seluruh Asia untuk melihat wakil dari benua ini tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Jika ambisi ini berhasil diwujudkan, maka sejarah baru akan tercipta—bukan hanya bagi Jepang, tetapi juga bagi seluruh sepak bola Asia.
Editor : Akbar Sirinawa