Lombok Post- Zlatan Ibrahimovic kembali menyerang Cristiano Ronaldo dengan kritik tajam yang menyasar ambisi dan sikap sang megabintang terhadap Piala Dunia.
Dalam pernyataan yang beredar di media sosial, Zlatan menyoroti perubahan pendirian Ronaldo: dulu ia menyebut Piala Dunia sebagai impian terbesar, namun kini, menurut Zlatan, Ronaldo meremehkan turnamen itu sebagai “hanya enam atau tujuh pertandingan biasa”.
Zlatan menyindir bahwa ketika Piala Dunia jadi perbincangan besar, Ronaldo bicara dengan dramatis, tetapi kemudian tampak lebih peduli pada rekor pribadinya daripada kesuksesan tim.
“Kalau saya pelatih Portugal, saya coret dia dari skuad Piala Dunia 2026. Dia hanya akan merusak permainan, karena dia lebih fokus pada rekor pribadi daripada permainan tim,” kata Zlatan. Kata-kata itu menegaskan pandangannya bahwa kehadiran Ronaldo di tim bisa menjadi beban sekaligus distraksi.
Baca Juga: Cristiano Absen, Sponsor Mundur Bikin Club ini Rugi
Lebih lanjut, Zlatan mempertanyakan konsistensi Ronaldo soal pentingnya Piala Dunia.
Ia menuduh Ronaldo iri dan terobsesi dengan Lionel Messi, dan mencemooh pernyataan Ronaldo bahwa Piala Dunia tidak lagi penting.
“Kalau Piala Dunia cuma soal enam atau tujuh pertandingan, kenapa waktu kamu cuma main tiga pertandingan kamu sudah menangis di lorong stadion? Jujur saja kamu iri, dan kamu terobsesi pada prestasi Messi,” ucap Zlatan dengan nada pedas.
Polemik ini muncul di tengah perdebatan soal masa depan Ronaldo bersama tim nasional Portugal.
Ronaldo pernah menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terakhir dalam karier internasionalnya.
Sementara itu, kritik Zlatan bisa dilihat sebagai komentar provokatif dari seorang mantan bintang besar yang tak segan menyoroti ego pemain lain.
Meskipun demikian, pernyataan Zlatan ini belum dikonfirmasi melalui wawancara resmi oleh media besar seperti Sky Sports dalam laporan populer; sebagian kutipan beredar via media sosial dan unggahan Instagram.
Karena itu, klaim bahwa Zlatan secara publik menyatakan akan mencoret Ronaldo jika jadi pelatih Portugal perlu dilihat dengan hati-hati, mengingat sumbernya masih terbatas pada postingan media sosial.
Baca Juga: Bangsa Besar, Prestasi Kecil: The Athletic Soroti Gagalnya Indonesia ke Piala Dunia 2026
Editor : Kimda Farida