Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara tegas mengungkapkan bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengunci lima kandidat utama yang akan memperebutkan kursi panas tersebut.
Kabar ini sekaligus mematahkan berbagai spekulasi yang selama ini beredar liar di kalangan penggemar, mulai dari wacana kembalinya Shin Tae-yong (Korea Selatan), nama asing seperti Timur Kapadze (Uzbekistan) dan Jesus Casas (Spanyol), hingga pelatih lokal Liga 1, Bojan Hodak (Persib Bandung).
Lima Nama Sedang Didalami PSSI
Dalam keterangan terbarunya, Sumardji menjelaskan bahwa proses pencarian pelatih telah memasuki tahap krusial.
Kelima sosok tersebut kini sedang melalui proses pendalaman intensif oleh BTN dan PSSI.
"Kan sudah disampaikan. Lima itu lah yang sedang kami dalami," ungkap Sumardji di Stadion Madya, Jakarta, Senin (17/11).
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Manajer Timnas ini menambahkan bahwa pendalaman dilakukan bersama dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.
"Tadi juga saya berbicara sama Alex barusan di diskusi berkaitan dengan itu. Tinggal proses pendalamannya tinggal nanti bagaimana proses selanjutnya," jelasnya.
Sumardji menekankan bahwa meski ada lima nama, hanya satu yang akan terpilih melalui mekanisme yang ketat dan benar. Namun, ia tetap enggan membocorkan identitas kelima kandidat tersebut.
"Kembali lagi, dari kelima itu kan pasti akan dipilih satu kan. Kembali itu nanti semuanya melalui mekanisme yang benar," tegasnya.
Pengumuman Resmi Tunggu Ketua Umum
Mantan Manajer Timnas ini meminta publik untuk bersabar. Proses seleksi yang ketat ini dilakukan demi mendapatkan nakhoda terbaik untuk masa depan Garuda.
"Ketua Umum juga sudah menyampaikan kepada saya agar menjalankan sesuai dengan mekanisme yang ada. Dan insya Allah itu akan menemui hasil yang sangat baik, positif untuk timnas ke depan," terang Sumardji.
Ia menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa pengumuman nama pelatih terpilih akan menjadi hak prerogatif Ketua Umum PSSI. "Nah nanti tunggu perkembangannya. Akan disampaikan sendiri oleh Pak Ketum," tandasnya. (*)
Editor : Marthadi