Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pep Guardiola Suarakan Seruan Pedih untuk Palestina: Dunia Tak Boleh Terus Diam

Ivan Mardiansyah • Selasa, 18 November 2025 | 21:51 WIB

Pep Guardiola serukan dukungan untuk Palestina jelang laga Catalonia vs Palestina, menilai dunia terlalu lama diam melihat penderitaan rakyat sipil.
Pep Guardiola serukan dukungan untuk Palestina jelang laga Catalonia vs Palestina, menilai dunia terlalu lama diam melihat penderitaan rakyat sipil.

 

Lombok Post- Pep Guardiola suarakan seruan pedih untuk Palestina dalam konferensi pers menjelang laga amal antara tim nasional Catalonia melawan Palestina. Ia menyebut pertandingan tersebut bukan sekadar agenda olahraga, melainkan momen solidaritas yang mengandung makna kemanusiaan yang lebih dalam. Menurut Guardiola, laga itu menjadi pesan bahwa rakyat Palestina tidak benar-benar sendirian, meskipun dunia tampak bungkam.

Dalam penjelasannya, Pep Guardiola suarakan seruan pedih untuk Palestina dengan nada emosional. Ia menilai bahwa banyak pihak di tingkat global gagal mengambil sikap tegas terhadap krisis kemanusiaan berkepanjangan yang dialami warga sipil Palestina. Guardiola menegaskan bahwa laga amal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa masih ada bagian dari komunitas dunia yang peduli dan berpihak pada nilai kemanusiaan.

“Ini adalah pertandingan yang lebih dari sekadar simbolis. Saat ini semuanya telah diketahui, dan dengan pertandingan ini, rakyat Palestina akan melihat bahwa masih ada bagian dari dunia yang memikirkan mereka,” kata Guardiola seperti disampaikan dalam wawancara bersama RAC1.

Baca Juga: RESMI! FIFA Hukum Norwegia karena Suporter Mencemooh Israel , Dunia Bertanya: Siapa Sebenarnya yang Layak Dihukum?

Guardiola melanjutkan pernyataannya dengan nada yang lebih tegas, menyebut bahwa Pep Guardiola suarakan seruan pedih untuk Palestina karena ia melihat dunia seolah meninggalkan rakyat Palestina dalam keadaan sulit. Ia menilai penderitaan warga sipil tidak boleh dibiarkan berlanjut tanpa suara dari masyarakat internasional.

“Dunia telah meninggalkan Palestina sendirian. Kita sama sekali tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak bersalah karena lahir di sana. Kita semua telah membiarkan sebuah bangsa dihancurkan. Kerusakan itu sudah terjadi dan tidak dapat diperbaiki,” ujarnya.

Guardiola juga menyoroti dampak konflik terhadap anak-anak, seraya menyampaikan keprihatinannya pada minimnya kepemimpinan moral dari para pemimpin dunia. Baginya, tragedi yang menimpa warga sipil seharusnya menggugah empati setiap orang tanpa memandang latar belakang politik.

“Saya tidak bisa membayangkan ada seseorang di dunia ini yang dapat membela pembantaian di Gaza. Anak-anak kita bisa saja berada di sana dan dibunuh hanya karena lahir di sana. Saya memiliki sangat sedikit kepercayaan pada para pemimpin. Mereka melakukan apa pun untuk mempertahankan kekuasaan,” lanjutnya.

Melalui pernyataan ini, Pep Guardiola suarakan seruan pedih untuk Palestina dan menjadikan laga Catalonia vs Palestina sebagai simbol dukungan moral. Baginya, seruan tersebut bukan sekadar pandangan pribadi, tetapi ajakan agar dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil dan nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.

Baca Juga: Pogba Pimpin Petisi Boikot Israel dari Sepak Bola, 51 Atlet Dunia Desak UEFA Bertindak

Editor : Redaksi Lombok Post
#guardiola konferensi pers palestina #solidaritas untuk palestina #catalonia vs palestina laga amal #guardiola dukung palestina #pep guardiola suarakan seruan pedih untuk palestina #tragedi gaza guardiola #pep guardiola #kritik pep guardiola