Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Preview Italia vs Spanyol: Duel Panas Final Piala Davis 2025, Rekor Besar Dipertaruhkan

Rury Anjas Andita • Minggu, 23 November 2025 | 16:13 WIB
Pratinjau Italia vs Spanyol di Final Piala Davis 2025. Kedua tim kejar rekor besar dalam duel klasik pertama mereka di final sepanjang sejarah.
Pratinjau Italia vs Spanyol di Final Piala Davis 2025. Kedua tim kejar rekor besar dalam duel klasik pertama mereka di final sepanjang sejarah.

LombokPost - Pertarungan besar Italia vs Spanyol kembali terjadi di panggung tertinggi tenis beregu dunia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Italia vs Spanyol akan berjumpa di Final Piala Davis 2025, Minggu (23/11) di Bologna.

Setelah 19 tahun tidak bertemu, final Italia vs Spanyol menjadi duel yang sarat sejarah sekaligus penentu rekor besar.

Spanyol datang dengan misi meraih gelar ketujuh, sementara Italia mengincar pencapaian langka: menjadi negara pertama yang merebut tiga gelar Piala Davis berturut-turut di era modern.

Dengan format dua tunggal dan satu ganda penentu, final Italia vs Spanyol diprediksi berlangsung ketat.

Kedua negara telah bertemu 13 kali, dengan Italia unggul tipis 7-6. Namun Spanyol memenangkan tiga pertemuan terakhir sehingga semakin memperkuat tensi duel Italia vs Spanyol di final kali ini.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada 2006, saat Filippo Volandri dan David Ferrer—yang kini menjadi kapten—masih sama-sama bermain.

Di sisi sejarah, Italia mendominasi pertemuan kandang 5-1. Namun satu-satunya kemenangan Spanyol di tanah Italia terjadi pada 2005 di Naples.
Final Italia vs Spanyol akan menjadi pertemuan pertama keduanya dalam format best-of-three.

Bukan Sekadar Gelar Ketiga

Italia datang ke final Italia vs Spanyol sebagai peringkat 1 Piala Davis, dipimpin kapten Filippo Volandri dengan skuad Flavio Cobolli, Lorenzo Sonego, Matteo Berrettini, Andrea Vavassori, dan Simone Bolelli.

Italia melaju ke final Italia vs Spanyol setelah menang meyakinkan 2-0 atas Austria dan Belgia.

Pertandingan semifinal menghasilkan drama besar lewat kemenangan Cobolli 17-15 di tiebreak set penentuan, salah satu tiebreak terpanjang dalam sejarah Piala Davis.

Jika Italia juara, mereka akan menyamai pencapaian Amerika Serikat pada era 1968–1972 dan menjadi negara pertama di era pasca-Challenge Round yang mempertahankan tiga gelar beruntun. Bersama keberhasilan tim putri Italia di Billie Jean King Cup, sejarah besar menanti.

Volandri menegaskan bahwa fokus tim bukan sejarah, melainkan tujuan tahun ini.“Kami tidak berusaha memenangkan Piala Davis ketiga berturut-turut. Kami berusaha memenangkan Piala Davis untuk tahun 2025. Kami tidak mengincar gelar ketiga, kami mengincar gelar tahun 2025,”tegasnya.

Masa Lalu Tidak Penting

Spanyol memasuki final Italia vs Spanyol dengan peringkat Piala Davis No. 10, dipimpin David Ferrer. Timnya berisi Jaume Munar, Pedro Martinez, Pablo Carreno Busta, dan Marcel Granollers.

Spanyol mencapai final setelah mengalahkan Ceko 2-1 dan Jerman 2-1. Carreno Busta menjadi pahlawan setelah bangkit dari ketertinggalan 1-6 di tiebreak set kedua untuk menutup kemenangan 6-4 7-6(6).

Di partai ganda, Granollers/Martinez menghentikan delapan kemenangan beruntun ganda Jerman.

Jika Spanyol mengangkat trofi, itu akan menjadi gelar ketujuh mereka dan menyamai rekor Swedia dalam daftar juara terbanyak.

Ferrer menegaskan bahwa sejarah tidak memainkan peran.“Tidak masalah. Masa lalu adalah masa lalu. Masa lalu tidak penting. Yang penting adalah momennya. Besok akan berbeda,”katanya.

“Tim-tim ini berbeda dengan masa lalu. Italia, mereka memiliki pemain-pemain yang luar biasa,”tambahnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#spanyol #italia #italia vs spanyol #Davis Cup 2025