Klub yang berpusat di Perumahan Bumi Kodya Asri, Jempong, Mataram, berhasil meraih 27 medali emas, 12 perak, dan 4 perunggu, mengukuhkan dominasi mereka di kancah taekwondo NTB.
Kejuaraan yang digelar di GOR 17 Desember Turida, Mataram, pada 22-23 November 2025 ini diikuti oleh lebih dari 700 atlet dari 38 klub se-NTB.
Dojang Tegarbaja menurunkan 50 atlet terbaiknya, dengan 43 di antaranya berhasil membawa pulang medali.
Ini menambah deretan prestasi klub, setelah sebelumnya meraih juara umum di Kejurnas Taekwondo Gubernur NTB Cup 1 2025.
Di balik keberhasilan ini, peran sentral Sabeum Suhartono Toemiran (Sabeum Nono) sebagai kepala pelatih sangat krusial.
Bersama dua asisten pelatih, Sabeum Roju dan Sabeum Bagus, mereka menanamkan disiplin tinggi dengan rutinitas latihan tiga kali seminggu dan TC harian menjelang kejuaraan.
Selain itu, peran orang tua atlet juga dinilai penting dalam mendukung kedisiplinan anak-anak mereka di rumah.
Namun, meskipun prestasi Dojang Tegarbaja patut diapresiasi, Kejurprov kali ini tidak lepas dari kritik.
Pengaturan waktu pertandingan yang molor hingga larut malam, serta kondisi GOR 17 Desember yang jauh dari ideal, menjadi sorotan.
Peserta, pelatih, dan suporter mengeluhkan fasilitas GOR yang kurang memadai—dinding kusam, tempat duduk tidak nyaman, dan pendingin ruangan yang tidak berfungsi dengan baik.
Situasi ini semakin memprihatinkan, mengingat NTB akan menjadi tuan rumah PON XII/2028 bersama NTT.
Pemerintah daerah diharapkan segera memperbaiki fasilitas GOR Turida agar bisa menjadi tempat yang layak untuk event-event olahraga mendatang. (*)
Editor : Marthadi