LombokPost - Belinda Bencic kembali ke Abu Dhabi pada 2026 sebagai juara bertahan. Setelah musim 2025 yang luar biasa, petenis Swiss itu kembali menempatkan Bencic sebagai salah satu nama paling diperhitungkan di Tur WTA.
Kebangkitannya dari peringkat 487 ke posisi 11 dunia menjadi salah satu cerita terbesar tenis tahun ini, dan gelar Mubadala Abu Dhabi Open 2025 menjadi titik balik utama dalam perjalanan tersebut.
Bencic, juara Abu Dhabi 2023 dan 2025, memastikan diri kembali ke Abu Dhabi 2026 untuk mengejar gelar ketiganya. Turnamen ini disebutnya sebagai salah satu tempat paling spesial dalam kariernya.
“Rasanya luar biasa bisa kembali ke Abu Dhabi sebagai juara bertahan. Mubadala Abu Dhabi Open adalah turnamen yang istimewa bagi saya, saya memiliki beberapa kenangan terbaik di sini,” kata Bencic dalam siaran pers.
“Suasananya selalu luar biasa. Saya menantikan pekan tenis yang hebat lainnya di bulan Februari,”tambahnya.
Musim 2025 menjadi lompatan besar bagi Belinda Bencic, yang mencatatkan kemenangan beruntun atas nama-nama besar seperti Elena Rybakina, Marketa Vondrousova, dan Veronika Kudermetova. Di final, ia mengalahkan Ashlyn Krueger 4-6, 6-1, 6-1 dan merayakan kemenangan itu bersama putrinya, Bella, langsung di lapangan.
Gelar di Abu Dhabi menjadi pemicu performa konsisten Bencic sepanjang tahun. Ia melaju ke semifinal Wimbledon dan merebut gelar tunggal ke-10 di Toray Pan Pacific Open, mengokohkan posisinya kembali di papan atas WTA.
Kembalinya Bencic ke Abu Dhabi 2026 akan datang setelah jadwal padat di Australia, termasuk membela Swiss di United Cup. Jika mampu menembus 10 besar sebelum Australia Terbuka, ia berpeluang kembali menjadi unggulan 10 besar Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2021.
Turnamen juga mengonfirmasi kehadiran rising star Filipina, Alexandra Eala, yang kembali ke Abu Dhabi setelah terakhir bermain pada 2024. Kini menembus peringkat 50 dunia—prestasi tertinggi pemain Filipina—Eala tampil impresif dengan semifinal Miami dan final Eastbourne pada 2025.
Mubadala Abu Dhabi Open 2026 dijadwalkan berlangsung 31 Januari–7 Februari dan akan menjadi salah satu pembuka musim paling dinantikan, terutama dengan kehadiran Bencic sebagai juara bertahan yang kembali mengejar pengukir sejarah.
Dengan dinamika karier yang kembali menanjak, kembalinya Bencic ke Abu Dhabi 2026 menjadi momentum penting bagi petenis Swiss itu untuk mempertahankan dominasinya.
Editor : Rury Anjas Andita