LombokPost - RedBird tidak berniat melakukan investasi apa pun di bursa transfer Januari 2026 mendatang bagi AC Milan.
Hal itu karena pengeluaran yang dikeluarkan pada Januari 2025 berdampak signifikan pada anggaran, namun tak banyak memberi efek pada performa AC Milan di atas lapangan.
Untuk urusan lini depan misalnya, jika seorang striker tidak terjual, maka tidak akan ada pemain yang direkrut di bursa transfer Januari oleh AC Milan.
Ini adalah langkah yang diambil oleh pemilik dan manajemen demi menjaga neraca keuangan AC Milan.
Terkait itu, manajeman AC Milan telah menjadwalkan pertemuan dengan agen Christopher Nkunku.
Penampilan striker terbaru AC Milan ini menjadi perhatian, dan transfer ke luar pada bulan Januari bukan hal yang tidak mungkin, meski pun dia baru didatangkan enam bulan lalu.
Salah satu sorotan bagi penampilan AC Milan justru banyak merugikan diri sendiri, dan itu adalah aspek utama yang harus segera dibenahi jika mereka benar–benar ingin bersaing merebut Scudetto musim ini.
Poin-poin utamanya, AC Mlan bukan kalah karena lawan, tetapi karena kesalahan sendiri, mengacu sejumlah hasil minor, termasuk yang terbaru kala tumbang dari Lazio di Coppa Italia.
Target kembali ke Liga Champions dianggap aman, sehingga fokus selanjutnya adalah pada Serie A Italia saja.
Baca Juga: Ngelunjak, Mike Maignan Beri Syarat Berat Ini untuk Bertahan di AC Milan
Milan kini hanya punya tambahan Piala Super Italia di Arab Saudi, dan sekitar 25 laga Serie A tersisa untuk menentukan arah musim mereka.
Detail kecil dan konsistensi akan menentukan bagi AC Milan, terutama dalam perebutan Scudetto yang musim ini jauh lebih ketat.
Jika jadi menambah amunisi, dan mampu mendatangkan sosok yang pas, dibarengi pembenahan minor yang ada, bukan tak mungkin AC Milan bersaing hingga akhir untuk perburuan gelar juara liga. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic