Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yaya Touré Sebut Pep Guardiola Perlakukan Dirinya seperti Sampah di Barcelona dan Manchester City

Ivan Mardiansyah • Senin, 8 Desember 2025 | 16:40 WIB
Yaya Touré kembali menyerang Pep Guardiola, menuding sang pelatih memperlakukannya seperti sampah di Barcelona dan Manchester City.
Yaya Touré kembali menyerang Pep Guardiola, menuding sang pelatih memperlakukannya seperti sampah di Barcelona dan Manchester City.

Lombok Post - Yaya Touré kembali menggemparkan dunia sepak bola usai melontarkan pernyataan pedas kepada Pep Guardiola.

Mantan gelandang Manchester City dan Barcelona itu menyebut Guardiola telah memperlakukannya “seperti sampah” baik saat masih berseragam Barcelona maupun ketika keduanya kembali berjumpa di Manchester City. Komentar ini membuat perseteruan Yaya Touré dan Pep Guardiola kembali memanas.

Dalam wawancara terbarunya, Yaya Touré tidak menahan emosi. Ia menyebut bahwa sikap Guardiola terhadap dirinya bukan sekadar masalah taktik, tetapi soal perlakuan pribadi.

Touré bahkan menuduh Guardiola sebagai sosok “ular”, menandakan bahwa ia merasa telah dikhianati dua kali: pertama di Barcelona, lalu terulang lagi di Manchester City. Tuduhan “memperlakukan seperti sampah” disebut Touré terjadi dalam dua periode kariernya bersama pelatih asal Spanyol tersebut.

Touré mengungkap bahwa sejak awal istrinya sudah memperingatkan agar tidak mempercayai Guardiola. “Istri saya selalu bilang, ‘dia iblis, dia bukan pria, dia jahat.’ Dia menganggapnya orang yang sangat negatif,” ujar Touré dalam wawancara tersebut.

Baca Juga: Pep Guardiola Suarakan Seruan Pedih untuk Palestina: Dunia Tak Boleh Terus Diam

Sang istri diyakini menjadi saksi dari bagaimana Touré merasa direndahkan — mulai dari minimnya menit bermain, komunikasi yang buruk, hingga keputusan teknis yang menurutnya tidak adil.

Konflik keduanya sudah lama menjadi konsumsi publik. Di Barcelona, Guardiola lebih memercayai Sergio Busquets, membuat Touré kehilangan posisi penting di lini tengah.

Hal itu dianggap Touré sebagai perlakuan yang tidak menghargai kontribusinya. Ketika pindah ke Manchester City, Touré berharap hubungan profesional mereka bisa membaik.

Namun menurutnya, pola yang sama kembali terjadi: dibatasi menit bermain, kurang dilibatkan, dan akhirnya tersingkir perlahan dari tim utama The Citizens.

Baca Juga: 71,6 Persen Win Rate! Pep Guardiola Pecahkan Rekor Kemenangan Tercepat di Premier League

Yaya Touré mengungkap bahwa semua itu menjadi luka lama yang belum benar-benar sembuh. Ia merasa Guardiola secara sengaja kembali mengulang pola yang sama, seolah ingin mendorongnya keluar dari klub.

Karena itu, Touré mengaku ingin “menghancurkan mitos” seputar Guardiola, yang menurutnya terlalu sering dipuja tanpa melihat sisi gelap cara sang pelatih memperlakukan pemain tertentu.

Perseteruan ini kembali memantik perdebatan di kalangan pecinta sepak bola dunia. Banyak yang menilai bahwa hubungan antara pemain dan pelatih memang kerap rumit, tetapi tuduhan “ular”, “iblis”, hingga “memperlakukan seperti sampah” membuat isu ini kembali naik ke permukaan.

Nama Yaya Touré dan Pep Guardiola pun kembali menjadi sorotan besar, terutama bagi fans Barcelona dan Manchester City yang mengikuti perjalanan keduanya.

Dengan pernyataan terbaru ini, tampaknya konflik panjang antara Yaya Touré dan Pep Guardiola belum akan mereda. Sebaliknya, isu ini kembali membuka babak baru dari salah satu perseteruan paling panas antara pemain dan pelatih dalam sepak bola modern. 

Editor : Marthadi
#konflik Toure Guardiola #yaya toure #perseteruan Guardiola Toure #Barcelona #pep guardiola #manchester city #diperlakukan seperti sampah