Lombok Post - Bintang Liverpool, Mohamed Salah, meledakkan kritik keras terhadap klub dan pelatih setelah diduga dipinggirkan tanpa alasan jelas.
Ia terang-terangan mengaku merasa “dilempar ke kolong bus” oleh manajemen sebuah pernyataan yang menggambarkan rasa dikhianati dan diperlakukan tidak adil.
Salah menyampaikan bahwa sejak duduk di bangku cadangan dalam tiga laga Premier League terakhir, ia bingung.
“Aku sudah memberi begitu banyak untuk klub ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Al Hilal Kebut Transfer Mohamed Salah, Siapkan Tawaran Fantastis untuk Bintang Liverpool
“Sekarang aku berada di bangku cadangan dan aku tidak tahu mengapa. Ini tidak bisa diterima bagiku. Seolah-olah mereka melemparkanku ke kolong bus.”
Ia menuturkan bahwa ia pernah memiliki hubungan baik dengan pelatih Arne Slot namun sekarang, menurutnya, hubungan itu hilang sama sekali.
Lebih jauh, Salah merasa bahwa ada seseorang di klub yang tidak menginginkannya berada di dalam skuad. Ia menyebut ada pihak entah manajemen atau staf yang membuatnya dipinggirkan, tanpa penjelasan yang jelas, padahal kontribusinya selama bertahun-tahun sudah besar.
Hal itu membuat ia mempertimbangkan masa depannya. Ia memberi sinyal bahwa laga kandang berikutnya mungkin menjadi perpisahan di Anfield, terutama sebelum bergabung dengan timnas untuk ajang internasional.
Baca Juga: Real Madrid Angkat Tangan, Konaté Masih Bimbang: Masa Depan Bek Liverpool Kian Penuh Tanda Tanya
Komentar pedas ini memicu spekulasi besar soal masa depan Salah di Liverpool. Banyak pengamat menilai ini bisa menjadi titik balik bagi karier sang pemain bersama The Reds.
Di tengah tensi, para suporter dan media kini terbelah antara simpati terhadap Raja Mesir ini dan kekhawatiran atas keretakan internal klub.
Situasi ini menyiratkan bahwa musim 2025/2026 bisa menjadi akhir dari babak indah Salah di Liverpool bukan karena cedera atau performa semata, tetapi karena konflik emosional dan kepercayaan yang retak.
Jika tak ada rekonsiliasi, bukan tak mungkin bahwa sejarah panjangnya di Anfield akan ditutup dengan cara yang pahit.
Editor : Marthadi