Caroline Garcia, yang baru saja pensiun tahun ini, menjelaskan bahwa perusahaan taruhan telah membawa dampak negatif yang sangat besar terhadap para pemain. Ia menilai tekanan, perundungan (bullying), hingga ancaman yang diterima atlet di media sosial mayoritas berasal dari pihak yang memasang taruhan dan kecewa dengan hasil pertandingan.
“Selama dua tahun terakhir mewawancarai pemain, pelatih, agen, dan orang tua, satu tema terus muncul berulang kali bahwa taruhan telah menjadi salah satu sumber tekanan, pelecehan, dan kebencian terbesar dalam olahraga modern,” tulisnya di akun X pribadinya.
Semifinalis US Open 2022 itu menegaskan keputusannya diambil demi menjaga integritas atlet.
“Aku tidak ingin podcast-ku berkontribusi, bahkan secara tidak langsung, pada sistem yang memicu kecanduan dan menjadikan atlet sebagai target seperti itu,” tegasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post