LombokPost - Jasmine Paolini resmi memasukkan Sara Errani ke dalam staf pelatihnya untuk musim WTA 2026.
Keputusan besar ini menambah kekuatan baru dalam perjalanan Jasmine Paolini di WTA 2026, terutama setelah ia memastikan bahwa Errani akan mengawasi aspek taktik.
Kabar bergabungnya Sara Errani ke tim Jasmine Paolini diumumkan langsung dalam penampilannya di acara Che Tempo Che Fa.
Keputusan strategis ini dinilai menjadi langkah penting bagi performa Jasmine Paolini di WTA 2026.
“Saya akan memiliki dua orang tahun ini (pada tahun 2026). Danilo Pizzorno akan menjadi pelatih saya, dan (Errani) akan mengurus taktik, karena dia berada di level yang berbeda,” ujar Paolini.
Keputusan ini bukan kejutan besar, mengingat keduanya telah lama bekerja sama dan memperlihatkan kekompakan baik di tunggal maupun ganda.
Dengan peran baru Errani, banyak pihak meyakini Jasmine Paolini akan menjadi musim yang lebih stabil.
Hubungan profesional Paolini dan Errani memang sudah lama terjalin. Errani sering terlihat di kotak pelatih Paolini di berbagai turnamen tunggal, dan keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan ganda wanita paling kuat dalam dua musim terakhir.
Pada musim 2024, Paolini dan Errani merebut gelar ganda WTA 1000 di Roma dan Beijing, puncaknya meraih medali emas Olimpiade Paris.
Tahun lalu, mereka memenangkan Grand Slam pertama bersama di Roland Garros, mempertahankan gelar WTA 1000 di Roma dan Beijing, serta menambah satu lagi di Doha.
Di nomor tunggal, Jasmine Paolini mencatat pencapaian besar dengan memenangkan Internazionali BNL d’Italia, menjadi petenis Italia pertama sejak 1985 yang menjuarai turnamen tersebut.
Capaian itu menjadi satu-satunya gelar tunggal Paolini musim 2025, tetapi ia tampil konsisten dengan mencapai final Cincinnati serta semifinal di Miami, Stuttgart, Bad Homburg, Wuhan, dan Ningbo.
Dengan tambahan Sara Errani di staf pelatih Paolini, banyak yang menilai langkah ini akan memperkuat konsistensi permainan.
Keputusan Paolini mempertahankan Pizzorno dan menambah Errani sebagai inti staf dilakukan setelah musim yang penuh pergantian.
Pada Maret, ia berpisah dengan Renzo Furlan, lalu dengan Marc Lopez setelah Wimbledon.
Ia juga sempat menunjuk Federico Gaio sebagai pelatih sementara sebelum kembali stabil bersama Pizzorno pada rangkaian Asia.
Dari semua perubahan itu, Errani adalah figur paling konsisten dan kini menjadi bagian resmi dari staf.
Errani, 38 tahun, pensiun dari tunggal setelah Roland Garros, tetapi masih akan tampil di nomor ganda bersama Paolini.
Ia juga akan menjadi pemain sekaligus pelatih, termasuk ketika keduanya tampil di Piala Amerika Serikat Italia dan kemudian Australian Open.
“Kami tampil sangat baik sehingga sulit untuk berhenti,” ujar Errani.
Editor : Rury Anjas Andita