Tak heran, publik atletik Asia menyebutnya sebagai salah satu talenta paling berbahaya yang pernah muncul dalam satu dekade terakhir.
Boonson memulai perjalanan olahraganya bukan dari atletik, melainkan handball.
Saat bersekolah di St. Raphael School, Samut Prakan, ia bergabung dengan klub handball meskipun bukan pemain terbaik.
Namun, seorang guru melihat kecepatan larinya saat ia bermain dengan teman-temannya, lalu mengajaknya mencoba atletik.
Pada usia 10 tahun, ia pindah ke Assumption Samut Prakan School dan mulai berlatih serius. Dari sanalah bakatnya meledak.
Rekor demi rekor nasional senior ia pecahkan, membuatnya langsung mendapat sorotan sebagai wajah baru sprint Thailand.
Pencapaiannya melonjak tajam pada 2022. Dalam nomor 200 meter, Boonson mencatat waktu 20,19 detik—menjadikannya pemilik rekor Asia U-20 dan menempatkannya di peringkat ketiga sepanjang masa untuk kelompok U-18.
Hanya dua nama besar yang pernah lebih cepat darinya sebelum usia 18 tahun: Erriyon Knighton dan legenda Usain Bolt.
Tak berhenti di situ, pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20, ia membuat gebrakan baru. Waktu 10,09 detik yang ia torehkan di semifinal 100 meter menjadi World Best Performance kategori U-18.
Meski finis keempat di final, catatan semifinal itu menjadikannya pelari muda tercepat dunia sebelum dipatahkan Christian Miller beberapa waktu kemudian.
Atas prestasinya, Boonson dianugerahi gelar Atlet Putra U-18 Terbaik Asia pada peringatan 50 tahun Asosiasi Atletik Asia. Media Thailand bahkan menjulukinya “Thep Bew” atau “Angel Bew”, seolah-olah ia adalah malaikat penyelamat atletik Negeri Gajah Putih.
Boonson juga menjadi bintang pada SEA Games 2021 di Hanoi (digelar Mei 2022) dengan meraih tiga emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 4x100 meter.
Ia juga memecahkan rekor SEA Games di nomor 200 meter dengan waktu 20,37 detik.
Namun 2023 bukan tahun termanis. Dalam final 200 meter SEA Games Kamboja, ia terjatuh akibat cedera hamstring. “I felt my hamstring pop, so I decided to just drop down and not aggravate the injury,” katanya kala itu.
Meski sempat terpukul, Boonson bangkit cepat. Ia kembali memperkuat tim estafet 4x100 meter Thailand pada Kejuaraan Atletik Asia 2023 di Bangkok sebelum melanjutkan persiapan menuju Asian Games.
Dengan rekam jejak secemerlang itu, banyak pihak percaya bahwa karier Puripol Boonson baru saja dimulai. Dunia atletik pun menunggu: seberapa cepat lagi remaja super ini akan berlari?
Editor : Marthadi