Boonson dipuji sebagai "keajaiban lari cepat" dan "pahlawan nasional" oleh media dan publik Thailand.
Pasalnya, rekor Boonson, dipandang sebagai tonggak sejarah utama dalam olahraga atletik regional dan memicu euforia luas.
Pencapaian Boonson memicu harapan besar untuk masa depan atletik Thailand, dengan banyak yang melihatnya sebagai bintang kelas dunia yang sedang naik daun.
Puripol Boonson kini menjadi pusat perhatian pecinta olahraga se Asia. Pasalnya, di ajang SEA Games 2025. dia membuat kejutan dengan menjadi manusia tercepat di 100 meter putra.
Puripol Boonson berhasil mengalahkan juara dunia Lalu Mohammad Zohri dengan mencatat waktu rekor baru di bawah 10 detik lari 100 meter. Wow!
Kamis (11/12) sore, di Stadion Supachalasai, Bangkok, Puripol Boonson memecahkan rekor SEA Games. Pemuda 19 tahun asal Thailand ini melesat bak pelor di atas lintasan atletik.
Catatan waktu Puripol Boonson, 9,94 detik. Rekor milik Suryo Agung Wibowo, 10,17 detik, atlet Indonesia yang sudah bertahan 15 tahun sejak SEA Games 2009, akhirnya pecah.
Prestasi ini tidak hanya memecahkan rekor pribadinya, tetapi juga menjadikan pelari berusia 19 tahun itu sebagai atlet pertama dari wilayah tersebut yang menyelesaikan lomba lari 100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik.
Namanya kini sejajar atlet Su Bingtian ( 9,83 detik), Ryota Yamagata (9,95 detik), Chani Brown Abdul Hakim (9,97 detik), Kiryu Yoshihide (9,98 detik), dan Yuki Koike (9,98 detik).
Namun, pada putaran final yang berlangsung malam harinya, catatan waktu Puripol Boonson menurun. Torehan waktunya tepat 10 detik, tapi ia tetap berhak atas medali emas.
Raihan ini menjadi emas kedua Puripol Boonson, di nomor 100 meter putra SEA Games. Medali pertamanya tercipta di Hanoi, Vietnam dalam SEA Games 2021 (2022).
Kepada wartawan, Puripol Boonson mengaku, catatan waktu sembilan detik ini tak lepas dari kehadiran pelatih asal Amerika Serikat, Gentry Bradley. Ia mengatakan, dilatih Bradley selama empat bulan membuat performanya meningkat.
"Saya sangat senang karena hari ini saya berlari sembilan detik lebih cepat dari biasanya untuk pertama kalinya dalam hidup saya," ucap Puripol seperti dilansir dari Khaosod.
"Melewati garis finis terasa luar biasa karena saya telah mempersiapkan diri sejak lama. Asosiasi Atletik bahkan mengirimkan pelatih Amerika khusus untuk saya," tambahnya.
Dengan usia yang masih terbilang muda (19), Puripol digadang-gadang jadi calon pelari tercepat Asia. Namun, sebelum ke sana, ia ingin mengukir rekor di nomor 200 meter dan estafet 4x100 meter. Nomor ini akan diperlombakan pada Senin (15/12).
Editor : Siti Aeny Maryam