Kepastian itu diungkap jurnalis ternama David Ornstein, menyusul kedatangan agen Salah, Ramy Abbas Issa, ke Merseyside untuk melakukan pembicaraan krusial dengan manajemen The Reds. Pertemuan ini menjadi sorotan besar karena berlangsung saat emosi publik Anfield sedang bergejolak.
Mohamed Salah dijadwalkan bertolak ke ajang Piala Afrika (AFCON) pada Selasa mendatang. Namun, kepergiannya kali ini diiringi pertanyaan besar: apakah para suporter Anfield baru saja menyaksikan laga kandang terakhir sang ikon?
Pada Sabtu (13/12), Salah tampil saat Liverpool menaklukkan Brighton 2-0. Usai pertandingan, pemain berusia 33 tahun itu terlihat emosional ketika melakukan lap of honour, memicu spekulasi tentang masa depannya.
Isu tersebut semakin membesar setelah pernyataan mengejutkan Salah usai hasil imbang 3-3 melawan Leeds. Ia mengaku merasa “dilempar ke bawah bus” dan menyiratkan adanya pihak di klub yang ingin menyingkirkannya.
Komentar itu langsung memantik rumor bahwa Salah tengah mendorong Liverpool membuka pintu keluar, meski baru beberapa bulan lalu ia meneken kontrak baru sebagai pemain bergaji tertinggi klub dengan nilai sekitar 400 ribu poundsterling per pekan.
Namun, sumber internal Liverpool membantah keras spekulasi tersebut. David Ornstein menegaskan bahwa The Reds sepenuhnya berniat menghormati kontrak Salah hingga 2027.
“Sejauh yang saya pahami, Liverpool sepenuhnya berniat mempertahankan Mohamed Salah,” ujar Ornstein kepada NBC Sport. “Bukan hanya di Januari, tapi setidaknya hingga akhir musim. Kontraknya masih panjang dan perpanjangan mahal yang mereka berikan menunjukkan sikap klub dengan sangat jelas.”
Menurut Ornstein, inti persoalan bukan keinginan Liverpool menjual Salah, melainkan tuntutan sang pemain akan jaminan bermain reguler. Permintaan itu dinilai tidak lazim, bahkan untuk pemain legendaris.
“Liverpool merasa ini dipicu oleh keinginan Salah untuk mendapatkan jaminan bermain. Itu bukan sesuatu yang biasa diberikan klub mana pun,” jelasnya.
Ia menegaskan, kini bola ada di tangan Salah. “Jika dia benar-benar ingin pergi, maka dia harus datang dengan proposal konkret.”
Pernyataan serupa juga disampaikan pakar transfer Fabrizio Romano. Ia memastikan Liverpool tidak terburu-buru menjual Salah dan masih terbuka jika sang pemain bertahan.
Baca Juga: MAN Lombok Barat Juara III Futsal Gubernur Cup 2025
“Liverpool mengatakan mereka senang jika Salah bertahan dengan kondisi saat ini. Jika dia ingin pergi, klub meminta proposal yang jelas untuk dipertimbangkan,” ungkap Romano.
Hingga kini, belum ada tawaran resmi yang masuk, selain minat dari klub-klub Arab Saudi. Opsi tersebut dinilai paling realistis secara finansial, dengan kabar tawaran fantastis lebih dari 1 juta poundsterling per pekan.
Selain Saudi, perwakilan Salah disebut telah menerima minat dari klub-klub di enam liga berbeda, termasuk Prancis, Italia, Jerman, dan Spanyol. Bahkan, pemilik San Diego FC, Sir Mohamed Mansour, dikabarkan tertarik memboyong Salah ke MLS, meski peluangnya dinilai sangat kecil.
Di tengah saga ini, dukungan dari internal Liverpool terus mengalir. Ibrahima Konate, Hugo Ekitike, hingga pelatih Arne Slot berharap Salah tetap bertahan. Kapten tim Virgil van Dijk bahkan mengisyaratkan adanya faktor eksternal yang memengaruhi situasi sang bintang.
Satu hal yang pasti, masa depan Mohamed Salah kini menjadi pusat perhatian dunia sepak bola. Keputusan yang diambil dalam waktu dekat berpotensi mengubah arah Liverpool dan peta kekuatan sepak bola Eropa.
Editor : Marthadi