Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KONI Lombok Barat Salurkan Bantuan Pembinaan Cabor, Atlet, dan Pelatih Secara Transparan

Hamdani Wathoni • Jumat, 19 Desember 2025 | 22:06 WIB
TERIMA BANTUAN PEMBINAAN: Ketua Pengurus Cabor Bulu Tangkis Lombok Barat H Fahmi bersama atlet dan pelatih saat menerima bantuan dana pembinaan dari KONI Lobar.
TERIMA BANTUAN PEMBINAAN: Ketua Pengurus Cabor Bulu Tangkis Lombok Barat H Fahmi bersama atlet dan pelatih saat menerima bantuan dana pembinaan dari KONI Lobar.

LombokPost – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat terus memperkuat tata kelola organisasi dengan menyalurkan bantuan pembinaan bagi cabang olahraga (cabor), atlet, dan pelatih secara transparan dan akuntabel.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan olahraga yang stabil, adil, dan berkelanjutan di Lombok Barat.

Ketua KONI Lombok Barat Abubakar Abdullah menegaskan, transparansi menjadi prinsip utama dalam penyaluran dana pembinaan. Menurutnya, sistem yang kuat harus dibangun dengan baik agar mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh insan olahraga.

“Bagaimana kita membangun transparansi dan stabilitas, sistem itu harus dibangun dengan kuat dan baik. Ini salah satu cara KONI untuk saling mendukung,” ujar Abubakar saat penyaluran bantuan pembinaan.

Ia menjelaskan, KONI Lombok Barat sejatinya telah menyiapkan konsep sederhana dalam penyaluran dana, yakni melalui transfer langsung dari rekening KONI ke rekening atlet dan pelatih.

Namun, karena keterbatasan kesiapan administrasi dalam waktu cepat, pihaknya mengambil jalan tengah dengan menghadirkan langsung atlet dan pelatih pada saat penyaluran bantuan.

“Kami sudah menyiapkan konsep penyaluran melalui rekening. Namun karena kesiapan belum maksimal, maka untuk sementara kami hadirkan atlet dan pelatih dalam penyaluran dana,” jelasnya.

Meski demikian, Abu Bakar mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabor yang telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) serta berkomitmen terhadap sistem yang telah dibangun KONI Lombok Barat.

“Kami mengapresiasi atlet, pelatih, dan cabor yang mengikuti SOP dan berkomitmen dengan sistem yang kami buat,” katanya.

KONI Lombok Barat juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan, kritik, dan saran yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan olahraga. Abu Bakar menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap evaluasi demi penyempurnaan sistem ke depan.

“Kami membuka pintu Sekretariat KONI Lombok Barat jika ada masukan atau saran terkait sistem yang belum jelas. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan,” ujarnya.

Berdasarkan data KONI Lombok Barat, total penerima dana pembinaan kali ini mencapai 448 atlet dan pelatih yang berasal dari 40 cabang olahraga. Bantuan yang disalurkan selama tiga hari sejak Rabu (17/12) sampai Jumat (19/12) tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi atlet serta memperkuat pembinaan di masing-masing cabor.

Sementara itu, Ketua Cabang Olahraga Panjat Tebing Lombok Barat H Nursin turut mengapresiasi sistem penyaluran bantuan pembinaan yang diterapkan KONI Lombok Barat. Menurutnya, penyaluran dana kali ini menunjukkan tata kelola administrasi yang jauh lebih baik dan profesional.

“Penyaluran bantuan ini menunjukkan administrasi yang sangat baik. Administrasi itu penting untuk transparansi dan keterbukaan,” ungkapnya.

Ia menilai, selama ini penyaluran dana pembinaan kerap diwarnai subjektivitas, bahkan dinilai berdasarkan kedekatan antara pengurus cabor dengan pimpinan KONI. Akibatnya, terdapat ketimpangan dalam penerimaan dana pembinaan.

“Kami melihat sistem yang sekarang jauh lebih adil. Ke depan, siapapun ketua KONI-nya, sistemnya sudah baik dan bisa diteruskan,” pungkasnya.

Dengan sistem penyaluran yang lebih transparan dan terukur, KONI Lombok Barat berharap pembinaan olahraga daerah dapat berjalan lebih profesional serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Lombok Barat di berbagai ajang kompetisi.

Meski demikian, masukan konstruktif disampaikan ketua Cabor Bulutangkis H Fahmi. Menurutnya ke depan, harus ada klinis penentuan skala prirotas atlet dan pelatih yang dapat pembinaan. Agar jumlah atlet yang diusulkan oleh masing-masing Cabor tidak terlalu banyak.

"Ketika sudah ada THB (Technical Hand Book) dari KONI Provinsi NTB terkait Porprov 2026, harus dilakukan klinis ulang terhadap atlet dan pelatih yang benar-benar potensial menyumbang medali," sarannya.

Harapannya, dengan dana yang terbatas, pemanfaatannya bisa lebih efektif dan efisien serta tidak menimbulkan kecemburuan antar cabor. 

 

Editor : Marthadi
#koni #Lombok Barat #olahraga #cabor #Dana pembinaan