LombokPost – Awal musim tenis selalu menghadirkan energi berbeda, dan United Cup 2026 menjadi panggung sempurna untuk menikmati atmosfer tersebut.
Di Australia, para petenis tak hanya bersiap menghadapi kompetisi, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman unik di Perth dan Sydney.
Musim panas Australia, United Cup, dan kisah di luar lapangan menjadi kombinasi yang menggugah.
Eva Lys, petenis Jerman berusia 23 tahun, mencuri perhatian bukan karena raketnya, melainkan karena pengakuannya yang jujur dan menghibur: “Aku benci air.”
Kisah ini terjadi di Sydney, tepatnya di kolam pasang surut Wylie’s Baths, dekat Pantai Coogee.
Saat sebagian besar Tim Jerman United Cup menikmati segarnya air laut, Eva Lys memilih bertahan di pinggir.
Melalui kolom komentar unggahan Instagram, petenis peringkat 40 dunia itu mengungkapkan alasannya dengan lugas—ia memang tidak menyukai air.
Komentarnya langsung memicu reaksi sesama petenis. Leylah Fernandez memberi dukungan dengan menulis, “Itu aku 2 tahun lalu.” Tak kalah mengundang senyum, Lys membalas, “Tolong selamatkan aku.”
Namun, drama kecil itu berakhir manis. Eva Lys akhirnya berhasil mengalahkan ketakutannya dan masuk ke kolam pasang surut tersebut, ditemani rekan setimnya seperti Alexander Zverev, Laura Siegemund, Kevin Krawietz, Patrick Zahraj, dan Mina Hodzic.
Momen itu menjadi salah satu kisah ringan namun berkesan jelang United Cup.
United Cup memang dikenal bukan sekadar turnamen pembuka musim WTA dan ATP, tetapi juga ajang kebersamaan tim nasional.
Tim Argentina menyambangi Kebun Binatang Perth, Tim Italia bertemu quokka di Pulau Rottnest, sementara Tim Jerman memilih pendinginan di perairan Sydney.
Bagi Eva Lys, United Cup 2026 juga menjadi momentum penting dalam kariernya.
Ia menjalani debut di United Cup setelah musim 2025 yang luar biasa. Lys melesat 91 peringkat di Peringkat PIF WTA, sebuah lompatan signifikan yang menandai kebangkitannya di level elite.
Prestasinya musim lalu termasuk lolos kualifikasi hingga babak keempat Australian Open, serta menembus perempat final WTA 1000 pertamanya di Beijing.
Pencapaian itu membuatnya masuk nominasi Pendatang Baru Terbaik WTA.
Editor : Rury Anjas Andita