Lombok Post – Zlatan Ibrahimovic menolak jadi pelatih. Legenda sepak bola Swedia itu secara tegas menutup pintu karier kepelatihan usai gantung sepatu, dengan alasan yang khas: blak-blakan, percaya diri, dan penuh humor tajam ala Zlatan.
Pernyataan Zlatan Ibrahimovic tolak dunia kepelatihan ini mencuat dalam sebuah wawancara yang dikutip media Eropa. Dengan gaya bicara tanpa kompromi, Zlatan menilai dirinya tidak cocok berada di pinggir lapangan sebagai pelatih.
“Mustahil,” kata Zlatan.
“Karena selama pertandingan saya akan menampar setidaknya dua pemain, dan setelah pertandingan, delapan lagi,” ujarnya sambil berkelakar.
Ucapan tersebut langsung viral dan memperkuat citra Zlatan Ibrahimovic sebagai sosok perfeksionis ekstrem. Menurutnya, tuntutan tinggi terhadap disiplin dan performa membuat peran pelatih justru berpotensi menimbulkan konflik di ruang ganti.
Baca Juga: Zlatan: “Kalau Saya Pelatih Portugal, Saya Coret Ronaldo dari Skuad Piala Dunia 2026!”
Sejak resmi pensiun dari sepak bola profesional, nama Zlatan memang kerap dikaitkan dengan berbagai peran baru, mulai dari pelatih hingga direktur klub. Namun, Zlatan Ibrahimovic menolak jadi pelatih karena merasa karakternya terlalu keras untuk menangani pemain dari bangku cadangan.
Meski menutup peluang kepelatihan, Zlatan tak sepenuhnya menjauh dari sepak bola. Ia kini terlibat dalam struktur manajemen AC Milan, klub terakhirnya, sebagai penasihat dan figur strategis. Peran tersebut dinilai lebih sesuai dengan kepribadiannya yang dominan namun tak harus berhadapan langsung dengan pemain setiap pekan.
Bagi publik sepak bola, pernyataan Zlatan Ibrahimovic soal pelatih ini bukan sekadar lelucon. Ia mencerminkan filosofi Zlatan yang menuntut standar absolut—sesuatu yang ia anggap sulit dikompromikan dalam dunia kepelatihan modern.
Pada akhirnya, Zlatan Ibrahimovic menolak dunia kepelatihan bukan karena kurang ambisi, melainkan karena ia sadar gaya kepemimpinannya lebih cocok di balik layar ketimbang di pinggir lapangan.
Baca Juga: Kemurahan Hati Modric Tak Ternilai, Hadiahi Rekan Setim iPhone
Editor : Redaksi Lombok Post