LombokPost - Prestasi gemilang Atletik Indonesia di penghujung tahun lalu menjadi sinyal kuat kebangkitan olahraga lari tanah air. Tak ingin kehilangan momentum, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) langsung tancap gas menyusun strategi matang demi menatap gelaran bergengsi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Salah satu langkah krusial yang diambil PB PASI adalah kembali mengirimkan para atlet terbaik untuk menjalani training camp (TC) di Kenya. Keputusan ini diambil agar prestasi Atletik Indonesia semakin meroket saat berlaga di Asian Games 2026 mendatang. Kenya dipilih kembali karena dataran tinggi Afrika tersebut terbukti ampuh mendongkrak performa fisik atlet secara instan.
Keberhasilan Atletik Indonesia di SEA Games Thailand 2025 menjadi bukti nyata betapa efektifnya latihan di Kenya. Kala itu, pasukan merah putih berhasil memborong 9 medali emas, melampaui target pemerintah. Keberhasilan ini tak lepas dari gemblengan fisik di Kenya yang akan kembali diulangi demi misi Asian Games 2026.
Dua sosok pelari jarak jauh andalan, Odekta Elvina Naibaho dan Robi Syianturi, menjadi bukti sahih keberhasilan pola latihan ini. Setelah berlatih tiga bulan di Kenya, Odekta Elvina Naibaho dkk sukses mendominasi podium. Hal inilah yang mendasari PB PASI untuk tetap memberangkatkan tim Atletik Indonesia ke luar negeri guna mempertajam catatan waktu jelang Asian Games 2026.
Menatap jadwal Asian Games 2026 yang akan bergulir pada 19 September hingga 4 Oktober, waktu persiapan dirasa kian sempit. Kepala Bidang Pembinaan PB PASI, Mustara Musa, menegaskan bahwa pola pelatnas jangka panjang melalui pemusatan latihan internasional adalah harga mati bagi Atletik Indonesia.
"Konsep training camp di luar negeri akan kembali kami jalankan. Ini adalah bagian integral agar Atletik Indonesia tetap berada di jalur juara dan siap bersaing di Asian Games 2026," ujar Mustara.
Ia menjelaskan bahwa Kenya tetap jadi tujuan utama untuk menempa nomor long distance, middle distance, dan maraton agar mampu meraih medali emas.
Selain fokus pada Odekta Elvina Naibaho, perhatian PB PASI juga tertuju pada sektor sprinter. Nama-nama besar seperti Lalu Muhammad Zohri dan Dina Aulia terus dipantau perkembangannya. Meski Lalu Muhammad Zohri meraih perak di nomor 100 meter sebelumnya, target besar tetap dicanangkan untuk Asian Games 2026.
Saat ini, PB PASI tengah mencari lokasi TC alternatif yang paling cocok untuk para sprinter seperti Lalu Muhammad Zohri. Tujuannya agar sprinter Indonesia mampu mengimbangi kecepatan pelari kelas dunia dari China dan Jepang. Pemilihan lokasi ini sangat krusial agar ledakan kecepatan atlet bisa maksimal saat berebut medali emas di Asian Games 2026 nanti.
"Kami ingin mencari tempat dengan standar teknologi dan iklim yang sesuai untuk kebutuhan speed para atlet," pungkas Mustara.
Editor : Pujo Nugroho