LombokPost - Julukan ‘Belinda's World’ kini bukan lagi sekadar candaan. Belinda Bencic menjelma pusat semesta di United Cup (United Cup) 2026. Dari Perth hingga Sydney, petenis nomor satu Swiss itu tampil dominan, memimpin negaranya ke final, dan akhirnya dinobatkan sebagai MVP United Cup meski Swiss harus puas sebagai runner-up. Belinda Bencic, United Cup, dan MVP United Cup menjadi tiga kata kunci yang menggambarkan turnamen ini.
Segalanya bermula usai kemenangan telak Swiss 3-0 atas Prancis pada laga pembuka United Cup di Perth, 3 Januari. Setelah Belinda Bencic menyapu bersih nomor tunggal dan ganda campuran, kapten Swiss Stan Wawrinka melontarkan kalimat yang kini melegenda.
“Ini adalah hari yang luar biasa bagi kami berkat Belinda yang bermain sangat baik dan menunjukkan jalan kepada kami. Kami benar-benar hidup di Belinda's World, jadi kami menikmatinya,” ujarnya.
Ucapan itu terbukti profetik. Sepanjang turnamen, ‘Belinda's World’ benar-benar terjadi. Bencic mencatat rekor impresif 9-1, termasuk 5-0 di nomor tunggal, dua kemenangan atas pemain Top 10, serta membawa Swiss menembus final United Cup untuk pertama kalinya.
Satu-satunya kekalahan Bencic datang di partai ganda campuran penentu gelar. Namun kontribusinya tak terbantahkan. Ia kembali menembus Top 10 Peringkat PIF WTA, sekaligus mengirim sinyal kuat jelang Australian Open 2026.
“(Ini) merupakan pendorong kepercayaan diri yang besar. Anda memulai tahun ini, dan Anda hanya mencoba untuk mendapatkan pertandingan, juga sangat senang berada di 10 besar sekarang. Saya pikir ini adalah tujuan besar. Kita terus maju,” kata Bencic.
Kebangkitan Bencic terasa semakin istimewa jika menilik perjalanannya. Setahun lalu, ia memulai United Cup dengan peringkat No. 487 usai cuti melahirkan dan sempat kalah telak dari Jasmine Paolini. Namun, ia menutup musim dengan dua gelar WTA di Abu Dhabi dan Tokyo, naik ke peringkat 11, serta menyabet WTA Comeback Player of the Year 2025.
Di United Cup, Bencic membalas kekalahan tersebut dengan menundukkan Paolini 6-4, 6-3, lalu mengamankan kemenangan Swiss lewat ganda campuran. Wawrinka kembali menegaskan peran sentral sang kompatriot.
“Yah, (kita) hidup di Belinda's World lagi. Dia menunjukkan kepada kita mengapa kita berada di sini lagi,” kata Wawrinka.
Frasa itu bahkan menjadi identitas tim. Wawrinka menerima kaus bertuliskan “Belinda’s World”, yang kemudian menjadi simbol perjalanan Swiss. Candaan berubah menjadi dorongan moral, dan Bencic menjawabnya di lapangan.
Di semifinal melawan Belgia, ia bangkit dari tekanan Elise Mertens dan merebut kemenangan dramatis 6-3, 4-6, 7-6 (0). Sehari kemudian di final, Bencic mencatat kemenangan langka atas Iga Swiatek, memenangi 12 dari 15 gim terakhir dalam duel tiga set di hadapan mayoritas pendukung Polandia.
Meski Swiss gagal membawa pulang trofi, penghargaan MVP United Cup nyaris tak terbantahkan. Dalam pidato penyerahan, Bencic tetap rendah hati. Namun Wawrinka merangkum segalanya dengan lugas.
“Itu adalah sesuatu yang sangat istimewa yang kami (alami) bersama, terutama karena satu orang, Belinda. Kita semua tahu kita hidup di Belinda's World. Terima kasih atas apa yang Anda lakukan di lapangan dan di luar lapangan,” kata Wawrinka.
Editor : Rury Anjas Andita