Final penuh drama antara Maroko dan Senegal di Stadion Prince Moulay Abdellah berubah menjadi salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah Piala Afrika.
Menurut laporan theguardian.com, ketegangan memuncak setelah Senegal dianulir gol pada masa injury time, sebelum Maroko mendapat hadiah penalti melalui keputusan VAR.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal. Atas instruksi pelatih Pape Thiaw, para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan, membuat pertandingan terhenti sekitar 10 menit di hadapan jutaan pasang mata dunia.
“Citra yang kita tampilkan tentang Afrika sangat memalukan,” ujar Regragui, dikutip dari The Guardian.
“Seorang pelatih yang meminta para pemainnya meninggalkan lapangan—apa yang dilakukan Pape tidak menghormati Afrika.”
Setelah kembali ke lapangan, peluang emas Maroko justru berakhir tragis. Eksekusi penalti Brahim Díaz gagal setelah tendangan Panenka-nya dengan mudah diamankan kiper Senegal. Senegal kemudian memastikan kemenangan di babak perpanjangan waktu.
Regragui juga mengakui kegagalan timnya dengan nada pahit.
“Kami hanya tinggal satu menit lagi menjadi juara Afrika. Begitulah sepak bola. Kejam,” katanya.
“Kami kehilangan kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.”
Di sisi lain, pencetak gol kemenangan Senegal Pape Gueye membela keputusan rekan-rekannya. Ia menyebut aksi walk-out dipicu rasa ketidakadilan.
“Kami merasa dirugikan. Ada pelanggaran terhadap kami, tetapi wasit tidak melihat VAR,” ujarnya.
“Kami frustrasi, namun Sadio Mané meminta kami kembali ke lapangan dan fokus. Kami memutuskan memberi segalanya.”
Baca Juga: Intip Prediksi Berani Goldman Sachs & Morgan Stanley untuk Harga Emas Sepanjang Tahun 2026!
Kekacauan berlanjut hingga ruang konferensi pers. Kedatangan Pape Thiaw disambut sorakan dan cemoohan, disusul aksi walk-out jurnalis Maroko. Adu argumen antara jurnalis Senegal dan Maroko membuat konferensi pers tertunda dan akhirnya dibubarkan secara prematur.
Final ini pun ditutup dengan suasana panas, mencerminkan malam penuh kontroversi yang akan lama dikenang dalam sejarah Piala Afrika.
Editor : Marthadi