LombokPost - Drama besar tersaji di perempat final Australian Open 2026. Lorenzo Musetti terpaksa mundur saat unggul dua set atas Novak Djokovic, membuat petenis Serbia itu melaju ke semifinal Australian Open dengan cara yang tak diharapkan, Rabu (22/1) di Melbourne.
Lorenzo Musetti sebenarnya tampil gemilang di Rod Laver Arena. Petenis Italia itu unggul 6-4, 6-3, 1-3 sebelum akhirnya menghentikan pertandingan akibat cedera paha kanan atas. Djokovic lolos ke semifinal Australian Open setelah Lorenzo Musetti tidak mampu melanjutkan laga yang telah berlangsung 2 jam 8 menit.
Lorenzo Musetti Unggul, Cedera Mengubah Segalanya
Datang dengan catatan kurang meyakinkan melawan Djokovic di Grand Slam, Lorenzo Musetti justru tampil berani dan agresif. Ia mematahkan servis Djokovic sebanyak lima kali di dua set pertama, membalikkan defisit 0-2 di set pembuka, dan sepenuhnya mengendalikan pertandingan.
Namun, situasi berubah drastis di set ketiga. Lorenzo Musetti tampak mengalami masalah pada paha kanan atas di gim ketiga. Meski sempat menerima perawatan dan mencoba melanjutkan laga, rasa sakit memaksanya mundur dari perempat final Australian Open — sebuah akhir pahit dari performa terbaiknya di Melbourne.
Reaksi Djokovic: Simpati untuk Lorenzo Musetti
Novak Djokovic tak bisa menyembunyikan rasa simpatinya atas apa yang terjadi.
“Saya tidak tahu harus berkata apa selain saya sangat kasihan padanya dan dia adalah pemain yang jauh lebih baik,” kata Djokovic dalam wawancara di lapangan.
“Saya sedang dalam perjalanan pulang malam ini. Hal-hal seperti ini terjadi dalam olahraga. Itu terjadi pada saya beberapa kali, tetapi berada di perempat final Grand Slam, unggul dua set, dan mengendalikan permainan sepenuhnya, itu sangat disayangkan. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya katakan dan saya benar-benar berharap dia cepat pulih. Dia seharusnya menjadi pemenang hari ini, tidak diragukan lagi,” tegasnya.
Rekor Baru Djokovic di Australian Open
Terlepas dari kemenangan yang datang lewat pengunduran diri lawan, Djokovic tetap mencatatkan sejarah di Australian Open. Ia menjadi pemain ketiga setelah Jimmy Connors dan Roger Federer yang tampil di 1.400 pertandingan tingkat tur.
Djokovic juga resmi memecahkan rekor Federer sebagai pemilik kemenangan tunggal terbanyak di Australian Open, dengan 103 kemenangan. Meski demikian, ia mengakui performanya masih jauh dari ideal.
“Strateginya berjalan sangat baik untuk beberapa game pertama, dan kemudian berubah total,” kata Djokovic.
Tantangan Berat Menanti di Semifinal
Di semifinal Australian Open, Djokovic akan menghadapi Jannik Sinner atau Ben Shelton. Petenis berusia 38 tahun itu tengah mengejar gelar Australian Open ke-11 sekaligus gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.
Djokovic kini juga tercatat sebagai semifinalis tunggal putra tertua kedua di Australian Open Era Terbuka, di bawah Ken Rosewall. Meski rutin mencapai semifinal di lima Grand Slam terakhir, Djokovic belum berhasil memenangi satu pun laga semifinal tersebut.
Catatan Pahit dan Sejarah bagi Musetti
Bagi Lorenzo Musetti, ini adalah akhir yang sangat menyakitkan. Petenis berusia 23 tahun itu menjadi pemain pertama di Era Terbuka yang mundur di perempat final Grand Slam setelah memenangkan dua set pertama. Seandainya menang, Lorenzo Musetti berpeluang naik ke peringkat No. 3 ATP Live PIF dan mencapai semifinal Grand Slam ketiganya.
Namun di Australian Open 2026, cedera memupus mimpi besarnya — meninggalkan cerita dramatis yang akan lama dikenang di Melbourne.
Editor : Rury Anjas Andita