Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PBSI Tinggalkan Cara Konvensional demi Sport Science

Pujo Nugroho • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:30 WIB
MAKIN CANGGIH: Kemenpora menyerahkan bantuan peralatan dan teknologi pada PP PBSI untuk menunjang pelatnas.
MAKIN CANGGIH: Kemenpora menyerahkan bantuan peralatan dan teknologi pada PP PBSI untuk menunjang pelatnas.

LombokPost - Gebrakan besar dilakukan PP PBSI dalam memodernisasi markas mereka.

Pelatnas PBSI Cipayung kini resmi diperkuat dengan peralatan gymnasium dan teknologi Sport Science PBSI mutakhir berkat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi besar-besaran untuk memperkuat prestasi bulutangkis Indonesia.

Targetnya tak main-main, bantuan alat canggih ini diproyeksikan untuk membentuk atlet tangguh yang siap mendulang medali di ajang bergengsi Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran, menyambut antusias dukungan ini.

Menurutnya, bantuan dari Kemenpora RI ini adalah suntikan energi bagi Pelatnas PBSI Cipayung untuk terus menjaga tradisi juara di kancah dunia. Ia mengapresiasi pemerintah yang sangat memperhatikan detail kebutuhan fisik atlet saat ini.

”Kami sampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kemenpora RI. Bantuan ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam mendukung pembinaan prestasi bulutangkis Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Fadil Imran.

Tak tanggung-tanggung, nilai bantuan peralatan gymnasium yang mendarat di pelatnas mencapai Rp 7,96 miliar.

Perangkat latihan fisik yang didapat meliputi skill run live, dumbbell, barbell, hingga peralatan pendukung kelas dunia lainnya.

Semuanya bertujuan meningkatkan power dan ketahanan fisik atlet secara ilmiah.
Selain alat fisik, aspek Sport Science PBSI juga mendapatkan upgrade gila-gilaan.

Kemenpora memberikan bantuan senilai Rp 2,48 miliar untuk pengadaan perangkat Catapult dan Cardiopulmonary Exercise Test.

Alat ini memungkinkan performa atlet dipantau berbasis data yang sangat presisi dan terukur.

Fadil Imran menegaskan bahwa PBSI kini mulai meninggalkan cara-cara lama yang konvensional. Pendekatan pembinaan di pelatnas kini bergeser ke arah long-term athlete development yang lebih modern demi menjaga kesinambungan prestasi bulutangkis Indonesia.

”Bantuan ini bukan sekadar pengadaan alat, melainkan bagian dari transformasi. PBSI terus bergerak dari pendekatan konvensional menuju pendekatan Sport Science PBSI yang ilmiah dan berorientasi pada data,” tegasnya.

Dengan fasilitas yang makin lengkap, tantangan kini ada di tangan para atlet dan pelatih. Sinergi antara pemerintah dan federasi diharapkan menjadi fondasi yang solid di panggung internasional, terutama di Olimpiade Los Angeles 2028. (puj/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Indonesia #tantangan #bulutangkis #fasilitas #PBSI