LombokPost - Persiapan menyambut gelaran olahraga terbesar di tanah air, PON XXII Nusa Tenggara 2028, semakin menunjukkan progres serius. Pemprov NTB dan NTT kini bergerak bersama dengan mengirimkan surat audiensi resmi kepada Kemenpora guna mematangkan status sebagai tuan rumah PON 2028.
Surat penting tersebut ditandatangani langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Langkah diplomasi ini diambil untuk memastikan transisi persiapan teknis berjalan mulus demi kesuksesan PON XXII Nusa Tenggara 2028.
”Surat audiensi itu untuk Kemenpora permintaan presentasi. Sekarang kita tengah menunggu jawaban dari pusat,” ujar Plt Kadis Dikpora NTB Surya Bahari, Kamis (29/1).
Surya menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan Kemenpora nanti, kedua provinsi akan memaparkan presentasi detail mengenai kesiapan infrastruktur dan teknis. Selain presentasi, misi utama dari audiensi ini adalah untuk secara resmi menjemput SK tuan rumah PON 2028.
Salah satu poin menarik dalam komitmen Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal adalah konsep efisiensi. Pemprov NTB dan NTT sepakat bahwa pelaksanaan PON XXII Nusa Tenggara 2028 tidak harus membangun infrastruktur besar yang baru dari nol. Mereka lebih memilih melakukan perbaikan serta renovasi pada venue PON 2028 yang sudah ada guna menghemat anggaran daerah.
Terkait pertandingan, telah diusulkan pembagian cabor yang cukup adil. Sebanyak 23 cabang olahraga (cabor) akan digelar di NTB, 23 cabor di NTT, ditambah 9 cabor privilege khusus usulan tuan rumah. Daftar cabor di NTB mencakup panahan, atletik, basket, dayung, balap sepeda, anggar, futsal, golf, senam, hoki, menembak, triathlon, voli, panjat tebing, sepatu roda, judo, berkuda, baseball/softball, karate, fin swimming, ski air, dan esport.
Sementara itu, untuk cabor privilege PON 2028 adalah muaythai, tarung derajat, dance sport, hapkido, padel, biliar, bermotor, aerosport, dan petanque.
Langkah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memperjuangkan cabor-cabor ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengurus provinsi (Pengprov) cabor.
Ketua Pengprov POBSI NTB Dody Akhaidir mengaku sangat berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah terhadap kesiapan PON XXII Nusa Tenggara 2028. Ia memastikan cabor biliar akan menyiapkan venue PON 2028 secara mandiri tanpa membebani APBD melalui skema efisiensi yang ketat.
”POBSI NTB sudah berencana membangun venue mandiri. Ini sedang kita rencanakan dan lokasinya juga sudah ada,” ungkapnya.
Senada dengan Dody, Ketua Pengprov FOPI NTB M. Akhwan, juga menyatakan kesiapannya mendukung penuh visi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Pihaknya menjamin atlet petanque siap menyumbang medali emas dan menegaskan bahwa venue PON 2028 untuk petanque di NTB sudah sangat layak digunakan tanpa perlu pembangunan baru.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, mimpi melihat kesuksesan PON XXII Nusa Tenggara 2028 di bumi NTB dan NTT kini tinggal selangkah lagi.
Editor : Pujo Nugroho