LombokPost-Menjelang balalan Pertamina 6 Hours Endurance, Sirkuit Mandalika memasuki fase krusial melalui kegiatan Inspeksi Sirkuit yang dilaksanakan Minggu (1/2) pagi.
Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan teknis sirkuit berada dalam kondisi optimal sebelum balapan ketahanan berlangsung selama enam jam penuh.
Inspeksi Sirkuit dilakukan oleh tim inti yang terdiri dari enam orang dengan peran strategis dalam penyelenggaraan balap.
Mereka adalah Race Director Arief Budiarto, Clerk of the Course (CoC) M. Awallutfi Andhika, Chief Steward Faris Lutfi, Deputy Steward Djembar Kartasasmita, Chief Medical Officer dr. Eko Widya Nugroho, serta driver safety car Denny Pribadi dan Rendy Surya.
Kehadiran lintas fungsi ini memastikan proses inspeksi berjalan komprehensif, mencakup aspek teknis, keselamatan, hingga medis.
Djembar Kartasasmita selaku Chief Steward untuk Pertamina 6 Hours Endurance Race hari ini di sirkuit Mandalika menyatakan, inspeksi lintasan Sirkuit berjalan dengan lancar, semua kondisi sesuai yang diharapkan, baik.
"Walaupun habis hujan, tapi tidak ada genangan-genangan air yang bisa mengganggu, di luar sirkuit ada tapi itu tidak masalah," katanya.
Sejak pagi, tim menyusuri lintasan Mandalika untuk memeriksa satu per satu elemen krusial pendukung balapan.
Fokus awal diarahkan pada kesiapan marshal di seluruh pos, mulai dari penempatan, jumlah personel, hingga pemahaman prosedur keselamatan yang akan dijalankan selama lomba.
Inspeksi berlanjut pada peralatan keselamatan, mencakup APAR, bendera fisik, serta digital flag yang menjadi sistem komunikasi utama antara race control dan pembalap. Seluruh perangkat dipastikan berfungsi optimal dan siap digunakan dalam berbagai kondisi.
Area pit lane juga menjadi perhatian khusus. Tim memeriksa kesiapan pit lane marshal beserta peralatan pendukungnya, mengingat pit lane merupakan area dengan intensitas aktivitas tinggi selama balapan endurance.
Selain itu, sistem balapan turut dicek melalui pemeriksaan starting light dan info panel, yang berperan penting dalam kelancaran start serta penyampaian informasi kepada pembalap sepanjang lomba.
Dalam konteks penanganan insiden, tim Inspeksi Sirkuit melakukan pengecekan menyeluruh terhadap recovery vehicle, meliputi kendaraan 4x4, crane, towing, unit pemadaman kebakaran, hingga peralatan ekstrikasi. Seluruh kendaraan dan kru dipastikan siap bergerak cepat dan aman bila terjadi insiden di lintasan.
Dari sisi medis, kesiapan ambulans, personel medis, serta tim ekstrikasi turut menjadi fokus. Penempatan dan koordinasi tim medis dievaluasi agar respons darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Tak kalah penting, tim juga melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi lintasan, mulai dari permukaan aspal, kebersihan track, hingga area run-off, guna memastikan tidak ada faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun performa pembalap.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menegaskan, bahwa Inspeksi Sirkuit merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan balap ketahanan seperti Pertamina 6 Hours Endurance.
"Balap endurance memiliki durasi panjang dan kompleksitas tinggi, sehingga semua elemen—mulai dari marshal, peralatan keselamatan, hingga tim medis—harus berada pada standar tertinggi," ujar Priandhi Satria.
Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh ini mencerminkan komitmen MGPA dalam menjaga keselamatan dan profesionalisme penyelenggaraan.
"Kami ingin setiap event di Mandalika berjalan aman, tertib, dan profesional. Circuit Inspection menjadi bentuk keseriusan kami dalam memastikan sirkuit Mandalika selalu siap menjadi tuan rumah berbagai ajang motorsport, termasuk balap ketahanan," tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa