Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Milano Cortina 2026 Meledak! Lindsey Vonn Tantang Usia, Bintang Dunia Siap Ukir Sejarah di Olimpiade Musim Dingin

Marthadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 22:59 WIB

Olimpiade Musim Dingin kembali ke Cortina setelah 70 tahun. (Foto: ODD ANDERSEN / AFP)
Olimpiade Musim Dingin kembali ke Cortina setelah 70 tahun. (Foto: ODD ANDERSEN / AFP)
LombokPost - Tujuh dekade setelah terakhir kali digelar di Cortina, Olimpiade Musim Dingin kembali ke Italia dengan skala dan cerita yang jauh lebih besar. Milano Cortina 2026 bukan sekadar pesta olahraga, tetapi panggung ambisi, emosi, dan sejarah yang siap ditulis ulang.

Sorotan utama tertuju pada Lindsey Vonn. Di usia yang tak lagi muda, ia tetap menjadi ikon terbesar olahraga musim dingin dunia. Setelah pensiun akibat cedera lutut serius, Vonn bangkit, kembali ke lintasan, bahkan memenangi dua downhill dan enam kali naik podium musim ini. Cortina, lintasan favoritnya, pernah memberinya enam kemenangan downhill dan enam Super-G.

Namun nasib kembali menguji. Jelang Olimpiade, Vonn mengalami robekan total ACL setelah terjatuh di Crans Montana. Meski begitu, tekadnya tak runtuh.
“Selama masih ada peluang, saya akan terus mencoba,” ujarnya.

Jika ia berhasil naik podium, Vonn akan melampaui rekor Bode Miller sebagai peraih medali Olimpiade tertua dalam sejarah ski alpen.

Di sektor putra, lintasan Stelvio di Bormio—yang sarat sejarah sejak Kejuaraan Dunia 1985—siap menjadi medan paling brutal. Duo Swiss Marco Odermatt dan Franjo von Allmen mendominasi musim ini, sementara Italia menaruh harapan pada Giovanni Franzoni dengan dukungan penuh publik tuan rumah.

Sejarah juga mengintip dari Amerika Selatan. Lucas Pinheiro Braathen, atlet berdarah Norwegia-Brasil, berpeluang memberi Brasil medali Olimpiade Musim Dingin pertama sepanjang sejarah lewat slalom dan giant slalom.

Di lintasan lain, Ester Ledecka kembali mencuri perhatian. Sang ratu dua cabang olahraga membidik emas snowboarding, meski harus mengorbankan nomor downhill ski karena benturan jadwal. Di dunia snowboard, Anna Gasser dan Chloe Kim memburu hat-trick emas Olimpiade—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Arena es pun tak kalah panas. Ilia Malinin, bocah ajaib seluncur indah Amerika Serikat, digadang-gadang membawa pulang emas dengan lompatan legendaris quadruple axel. Sementara Jepang bersiap melepas Kaori Sakamoto, juara dunia tiga kali berturut-turut yang akan pensiun usai Olimpiade.

Italia punya pahlawan sendiri: Arianna Fontana, atlet Olimpiade tersukses negaranya dengan 11 medali, kembali tampil di kandang. Meski berusia 35 tahun, ia masih menjadi favorit di short track.

Di hoki es, untuk pertama kalinya sejak 2014, NHL menghentikan musimnya demi Olimpiade. Amerika Serikat, Kanada, Finlandia, Swedia, hingga Ceko siap bertarung dengan kekuatan penuh, menghadirkan deretan bintang terbesar dunia.

Milano Cortina 2026 dipastikan bukan sekadar Olimpiade—ini adalah panggung pertaruhan terakhir, mimpi yang tertunda, dan sejarah yang menunggu pecah. (Dikutip dari flashscore.com)

 

Editor : Marthadi
#milano cortina #Lindsey Vonn comeback #Olimpiade Musim Dingin 2026 #Bintang Olimpiade Italia #Jadwal Olimpiade 2026