Sirkuit Mandalika menghadirkan kisah menarik dalam gelaran Pertamina 6 Hours Endurance by Racing Sun Academy Endurance. Di tengah ketatnya persaingan balap ketahanan, nama Hayden Haikal mencuri perhatian. Pembalap muda asal Malaysia ini tampil gemilang bersama Razaiq Motorsport, menutup akhir pekan balap dengan hasil manis, juara pertama secara keseluruhan.
----
Dengan senyum lebar dan nada penuh antusias, Hayden Haikal membuka ceritanya tentang pengalaman pertama membalap di Sirkuit Internasional Mandalika. Dirinya berhasil tampil gemilang bersama tim Razaiq Motorsport dalam ajang balap ketahanan enam jam tersebut.
Pembalap asal Malaysia ini mendapatkan posisi pertama secara keseluruhan. Kali pertama menjajal lintasan sirkuit, dirinya tidak menyangka bisa mendapatkan posisi pertama balapan.
“Ini adalah track yang sangat menyenangkan, dan ini pertama kali saya berada di sini,” ujarnya pada wartawan.
Bagi Hayden, Mandalika bukan sekadar lintasan balap baru. Karakter sirkuit dengan kombinasi tikungan teknis dan trek lurus yang menantang memberikan pengalaman berbeda. Sejak sesi awal, Hayden mengaku langsung merasakan atmosfer kompetisi yang kuat, sekaligus tantangan yang menuntut adaptasi cepat.
Namun, perjalanan Razaiq Motorsport menuju podium tertinggi tidak berjalan mulus sejak awal. Pada sesi latihan pertama, tim justru merasa berada dalam posisi tertinggal dibanding para rival.
“Sehari sebelum balap kami melakukan latihan pertama dan kami berpikir bahwa kami sangat tertinggal,” ungkapnya.
Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika balapan dimulai. Strategi tim yang matang, manajemen ritme balap, serta konsistensi para pembalap menjadi kunci kebangkitan. Sejak awal lomba, Razaiq Motorsport mampu menunjukkan performa solid. Bahkan, mereka langsung menguasai balapan sejak lap pertama.
“Setelah mengetahui kemampuan kami saat balapan, akhirnya kami mendapatkan juara pertama secara keseluruhan. Dan juga di race, kami mendapatkan posisi terdepan secara keseluruhan dari lap 1 ke lap 2,” lanjut Hayden.
Dominasi tersebut terus terjaga hingga fase-fase krusial balap ketahanan yang menuntut fokus tinggi selama enam jam penuh. Memasuki lap-lap terakhir, tekanan semakin besar. Namun Razaiq Motorsport tetap tenang dan disiplin.
Di akhir lomba, mereka memastikan posisi terdepan di kategori ITCR 1200, menegaskan keunggulan tim tidak hanya secara overall, tetapi juga di kelas yang diikuti. “Saya ucapkan selamat untuk tim kami, tim kami melakukan pekerjaan yang besar. Kami sangat senang secara keseluruhan untuk akhir pekan ini,” kata Hayden bangga.
Hayden menegaskan bahwa pengalaman membalap di Sirkuit Internasional Mandalika menjadi salah satu momen yang berkesan dalam kariernya. “Dan Mandalika adalah track yang menyenangkan bagi saya,” tambahnya.
Keberhasilan Razaiq Motorsport tidak lepas dari kekompakan seluruh pembalap yang mengisi line-up tim. Dengan Honda Brio bernomor 777, Razaiq Motorsport diperkuat oleh Rizky Rafi Thamrin, Junus Danuarjo, serta dua pembalap asal Malaysia, Hayden Haikal dan Bradley B. Anthony. Kolaborasi lintas negara ini terbukti efektif menghadapi tantangan balap ketahanan.
Sepanjang enam jam perlombaan, Razaiq Motorsport mencatatkan 166 lap dengan catatan waktu total 6 jam 3 menit 13,796 detik. Hasil tersebut memastikan mereka berdiri di podium tertinggi sebagai Juara 1 Pertamina 6 Hours Endurance 2026, sekaligus menorehkan prestasi membanggakan bagi tim dan para pembalapnya.
Kisah Hayden Haikal dan Razaiq Motorsport di Mandalika menjadi bukti bahwa balap ketahanan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga ketangguhan mental, kerja sama tim, dan kemampuan membaca peluang. Di lintasan Mandalika yang memikat, mereka tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga pengalaman berharga yang akan terus dikenang.
Di balik terselenggaranya event ini, Racing Sun Academy tampil sebagai promotor utama yang berani menghadirkan format balap endurance di Mandalika. Sunny TS dari Racing Sun Academy mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya kejuaraan ini.
Menurutnya, Pertamina 6 Hours Endurance menjadi momentum penting, tidak hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi perkembangan balap mobil di Indonesia.
“Untuk pertama kalinya event balap endurance ini kami buat di Sirkuit Mandalika. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Max Motorsport dan MGPA dalam menyelenggarakan event ini,” ujar Sunny TS.
Keberhasilan penyelenggaraan Pertamina 6 Hours Endurance juga tak lepas dari kesiapan panitia dalam menerapkan standar prosedur balap yang berlaku. Sunny menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kelancaran lomba menjadi prioritas utama, sehingga seluruh peserta dapat berlaga secara optimal hingga garis finis.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menilai, kehadiran Pertamina 6 Hours Endurance menjadi bukti bahwa Sirkuit Mandalika mampu mengakomodasi berbagai format balap, termasuk balap ketahanan yang menuntut konsistensi, strategi, dan ketahanan kendaraan.
Kolaborasi antara promotor, tim, sponsor, dan pengelola sirkuit menjadi kunci sukses terselenggaranya event ini. Ia juga menegaskan komitmen MGPA untuk terus membuka ruang bagi berbagai kejuaraan balap roda empat di Sirkuit Mandalika.
“Kami berharap event seperti Pertamina 6 Hours Endurance dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin,” tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa