Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mandalika Tak Lagi Sekadar Aspal, Priandhi Satria Sabet Gelar ‘Arsitek’ Wisata Balap Indonesia

Lestari Dewi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:22 WIB
Priandhi Satria dinobatkan sebagai
Priandhi Satria dinobatkan sebagai

 

LombokPost-Sirkuit Internasional Mandalika bukan lagi sekadar lintasan aspal di pinggir pantai. Di bawah tangan dingin Priandhi Satria, sirkuit ini telah menjelma menjadi magnet ekonomi dan ikon baru pariwisata dunia.

Atas dedikasi tersebut, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ini resmi dinobatkan sebagai "The Architect of Motorsport Tourism".

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang Automotive Respectable Day di gelaran IIMS 2026, JIExpo Kemayoran, Jumat (6/2).

Gelar ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan nyata bahwa di tangan Priandhi, balapan bukan lagi soal siapa yang tercepat di garis finis, melainkan tentang bagaimana roda kompetisi menggerakkan ekonomi rakyat.

Sejak menakhodai MGPA pada 2022, Priandhi dikenal agresif "menghidupkan" Mandalika.

Tak hanya setia dengan MotoGP dan WorldSBK, ia berhasil mendobrak batas dengan membawa balap roda empat internasional seperti GT World Challenge Asia dan Porsche Carrera Cup Asia.

Langkah paling "menggigit" adalah keberhasilan MGPA meraih Homologasi FIA Grade 3 secara mandiri.

Ini adalah sinyal kuat bagi dunia, Mandalika kini siap menjadi panggung utama bagi jet darat dan mobil-mobil super kencang lainnya, bukan hanya motor.

Meski namanya menggema di panggung penghargaan, Priandhi tetap membumi.

Saat penganugerahan, ia tengah berada di Lyon, Prancis, berjuang menuntaskan ujian perpanjangan Super Licence FIM—sebuah bukti komitmennya menjaga standar profesionalisme Mandalika di level tertinggi dunia.

Dalam pesan yang disampaikan oleh perwakilannya, Rully Habibie, Priandhi menegaskan bahwa prestasi ini adalah kerja keras kolektif.

“Ini untuk tim MGPA, ITDC, InJourney, IMI, dan warga NTB. Industri ini tumbuh karena kontribusi banyak pihak—dari promotor hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan,” tegasnya.

Jika dulu banyak yang pesimistis Sirkuit Mandalika akan menjadi "proyek sepi", Priandhi membuktikannya sebaliknya.

Lewat Mandalika Festival of Speed (MFoS) dan Mandalika Racing Series, sirkuit ini terus menderu sepanjang tahun.

Dampaknya? Okupansi hotel meningkat, UMKM lokal berdaya, dan ribuan tenaga kerja lokal terlibat langsung sebagai marshal maupun staf pendukung.

Penghargaan ini menjadi alarm bagi dunia internasional bahwa Indonesia kini memiliki "Arsitek" yang siap membawa industri motorsport tourism ke level yang jauh lebih tinggi.

Mandalika bukan lagi masa depan, Mandalika adalah hari ini.

 

Editor : Kimda Farida
#Indonesia #MGPA #Priandhi Satria #wisata balap #arsitek #Sirkuit Internasional Mandalika #sabet