Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Olimpiade Musim Dingin 2026: Gas di Detik Terakhir! Klæbo Sabet Emas Keenam Olimpiade

Marthadi • Minggu, 8 Februari 2026 | 22:15 WIB

 

Johannes Høsflot Klæbo saat berlaga di nomor ski lintas alam 20 kilometer skiathlon putra di Lago di Tesero pada Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026. (Terje Pedersen/NTB)
Johannes Høsflot Klæbo saat berlaga di nomor ski lintas alam 20 kilometer skiathlon putra di Lago di Tesero pada Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026. (Terje Pedersen/NTB)
LombokPost — Ia menunggu. Mengintai. Lalu meledak. Johannes Høsflot Klæbo kembali membuktikan kelasnya dengan merebut medali emas keenam olimpiade lewat aksi dramatis di nomor skiathlon putra.

Bintang Norwegia itu mengunci kemenangan di Olimpiade Milan–Cortina setelah melepaskan ledakan kecepatan khas di kilometer terakhir lomba, Minggu. Empat rival yang sempat menempel langsung tertinggal.

Klæbo finis terdepan dengan catatan waktu 46 menit 11 detik, unggul atas Mathis Desloges (Prancis) yang tertinggal 2,0 detik, dan rekan setimnya Martin Løwstrøm Nyenget dengan selisih 2,1 detik.

Kemenangan ini membawa Klæbo—kini berusia 29 tahun—tinggal dua emas lagi untuk menyamai rekor terbanyak sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Ia masih memiliki lima nomor tersisa untuk mengejar sejarah itu di Italia.

Sejak start, Klæbo terus berada di rombongan terdepan. Namun, menjelang masuk stadion untuk terakhir kalinya, ia menaikkan tempo secara brutal. Jarak langsung terbuka. Di meter akhir, Klæbo bahkan sempat melambaikan tangan ke penonton dan pendukung Norwegia sebelum melintasi garis finis di stadion ski lintas alam Tesero, Italia utara.

Ekspektasi terhadap Klæbo memang luar biasa besar. Ia datang ke Olimpiade ini setelah menyapu bersih enam gelar di kejuaraan dunia tahun lalu.

“Banyak rasa gugup sebelum lomba. Saya benar-benar ingin tampil maksimal,” ujar Klæbo. “Kondisi tubuh saya sangat baik, ski kami juga luar biasa. Hari ini terasa sempurna,” katanya, dikutip dari espn.com.

Menariknya, ini merupakan emas Olimpiade pertama Klæbo di nomor jarak jauh. Lima emas sebelumnya—tiga di Pyeongchang 2018 dan dua di Beijing 2022—diraihnya lewat nomor sprint dan estafet.

“Saya hanya berusaha bertahan di grup dan menyimpan tenaga untuk tanjakan terakhir,” ucapnya.

Rekor delapan emas Olimpiade Musim Dingin saat ini masih dipegang oleh tiga legenda Norwegia: Marit Bjørgen, Bjørn Dæhlie, dan Ole Einar Bjørndalen.

Klæbo memang menjadi favorit utama di nomor skiathlon 20 kilometer, yang memadukan teknik klasik dan gaya bebas dengan pergantian ski di tengah lomba. Olimpiade ini juga menjadi yang pertama bagi putra dan putri menempuh jarak yang sama, setelah jarak putra dipangkas dari 30 kilometer. Nomor putri dimenangkan atlet Swedia Frida Karlsson.

Nyenget tetap naik podium meski sempat bersenggolan dengan atlet independen asal Rusia, Savelli Korostelev, yang finis keempat. Korostelev menyampaikan permintaan maaf usai lomba.

Hari itu juga menjadi momen positif bagi Prancis setelah Hugo Lapalus finis kelima. Sementara lintasan keras dan licin memakan korban, dengan Edvin Anger (Swedia) dan Harald Østberg Amundsen (Norwegia) terjatuh.

Editor : Marthadi
#ski lintas alam #Johannes Klaebo #skiathlon putra #emas olimpiade #Olimpiade Milan Cortina