Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Krisis Fiskal, 4 Kabupaten/Kota di Sumbawa Angkat Tangan dari Porprov NTB 2026

Pujo Nugroho • Selasa, 10 Februari 2026 | 09:52 WIB
: Atlet tarung derajat saat tampil di Rakerprov KONI NTB, Minggu (8/2). Tarung derajat menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di Porprov 2026.
: Atlet tarung derajat saat tampil di Rakerprov KONI NTB, Minggu (8/2). Tarung derajat menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di Porprov 2026.

LombokPost - Dinamika menuju gelaran Porprov XII NTB 2026 mulai terlihat. Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTB yang digelar Senin (9/2) terungkap peta kekuatan baru mengenai daerah mana saja yang sanggup menjadi penyelenggara. Kejutan muncul saat empat daerah di Pulau Sumbawa menyatakan angkat tangan alias mundur dari posisi tuan rumah Porprov NTB.

Ketua KONI NTB Mori Hanafi, mengungkapkan bahwa mundurnya daerah-daerah tersebut tak lepas dari kondisi keuangan daerah yang sedang sulit. Empat wilayah yang resmi menyatakan tidak siap menjadi tuan rumah Porprov NTB adalah Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima.

”Kondisi fiskal setiap daerah saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Jadi ada empat kabupaten/kota yang resmi mundur. Dari Pulau Sumbawa, praktis hanya KSB yang menyatakan tetap siap menjadi tuan rumah Porprov NTB,” jelas Mori Hanafi kepada media.

Mori menegaskan bahwa pihaknya telah menunjuk Kota Mataram sebagai pengganti. Sebagian besar pertandingan yang batal digelar di Pulau Sumbawa akan dialihkan ke Mataram demi kelancaran Porprov XII NTB 2026.

”Karena mundur, maka pertandingannya kita pindahkan ke Mataram. Keputusan ini tidak bisa diintervensi karena menyangkut kemampuan fiskal masing-masing daerah dalam menyukseskan Porprov XII NTB 2026,” tambahnya.

Tak hanya soal lokasi, Rakerprov juga menyepakati perubahan jadwal Porprov NTB 2026. Awalnya, pesta olahraga terbesar di NTB ini direncanakan kick-off pada 3 Juli 2026. Namun, demi menghindari bentrokan dengan event nasional lainnya, jadwal resmi diputuskan bergeser.

”Jadwal Porprov XII NTB 2026 mundur menjadi 16 Juli. Kita menyesuaikan agar tidak berbarengan dengan agenda nasional di awal Juli, tapi pelaksanaannya tetap di bulan yang sama,” ungkap Mori Hanafi.

Meskipun terjadi pergeseran lokasi dan waktu, kuantitas pertandingan tetap terjaga. Pada gelaran Porprov XII NTB 2026 kali ini, tercatat ada 51 cabor yang akan dipertandingkan. Total terdapat 758 nomor pertandingan yang akan memperebutkan medali bergengsi.

Ada pula aturan ketat bagi para atlet yang berlaga di Porprov XII NTB 2026. Berdasarkan kesepakatan, setiap atlet dibatasi hanya boleh mengikuti maksimal tiga nomor pertandingan. Rinciannya, dua nomor kategori individu dan satu nomor kategori beregu.

Penyesuaian ini diharapkan tetap menjaga kualitas kompetisi sekaligus menjadi ajang pemanasan yang solid bagi atlet NTB sebelum menatap panggung nasional yang lebih besar.

Editor : Pujo Nugroho
#Porprov NTB #KONI NTB #Tuan RUmah Porprov #krisis fiskal daerah #Porprov XII NTB