Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Olimpiade Musim Dingin 2026 Jadi yang Paling "Gila" Sepanjang Sejarah, Penonton Harus Nyetir 8 Jam Demi Satu Lomba!

Marthadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:36 WIB

Olimpiade Musim Dingin kembali ke Cortina setelah 70 tahun. (Foto: ODD ANDERSEN / AFP)
Olimpiade Musim Dingin kembali ke Cortina setelah 70 tahun. (Foto: ODD ANDERSEN / AFP)
LombokPost - Lupakan kemegahan stadion yang saling berdekatan dalam satu kompleks.

Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 justru mencatatkan rekor sebagai ajang paling "berantakan" secara geografis dalam sejarah, memaksa para atlet, ofisial, hingga penonton berjibaku dengan aspal ribuan kilometer hanya untuk menyaksikan satu pertandingan saja.

Dikutip dari apnews.com, kompetisi ini tersebar di wilayah seluas 22.000 kilometer persegi di sepanjang Italia utara.

Jarak antar lokasi lomba yang sangat jauh membuat pengalaman Olimpiade kali ini terasa sangat berbeda dan penuh tantangan logistik yang melelahkan.

Nyetir ratusan kilometer demi 10 menit lomba bayangkan, Thierry Montiller selaku kepala federasi ski Haiti harus rela menyetir lebih dari empat jam melintasi jalanan pegunungan dari Bormio hanya untuk melihat atletnya berlaga di Val di Fiemme.

Ia bahkan harus segera kembali menempuh jarak 220 kilometer lagi untuk balapan berikutnya.
"Ya, ini adalah kesulitan besar karena jarak yang begitu jauh," keluh Montiller.

Tak hanya ofisial, penonton pun dibuat "bengek" oleh aturan main baru ini. Bob Grover, seorang pemilik bisnis dari Oregon, mengenang betapa mudahnya Olimpiade 2010 di Whistler di mana semua acara ski berada di satu lokasi.

Di Italia, tradisi sesama atlet yang saling mendukung pun terancam sirna karena untuk sekadar menonton rekan setim bertanding bisa memakan waktu 8 jam perjalanan pulang-pergi.

Biaya selangit dan tren masa depan bagi sebagian fans, petualangan ini menuntut biaya yang tidak sedikit.

Salah satu penonton, Tyler Thostenson, memperkirakan ia dan ibunya akan menghabiskan hingga USD 20.000 (sekitar Rp315 juta) untuk rencana perjalanan 12 hari demi berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain menggunakan mobil sewaan.

Meski menuai kritik, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry memuji model ini sebagai hal yang "magis".

Model Olimpiade yang tersebar ini diprediksi akan menjadi standar baru di masa depan, termasuk untuk Olimpiade 2030 di Pegunungan Alpen Prancis dan 2038 di Swiss, guna menghindari pembangunan infrastruktur mahal yang nantinya tidak terpakai.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Mengancam Pesisir NTB, BMKG: Waspadai Potensi di 18 Titik Ini!

Salah satu dampak positif dari jarak yang berjauhan ini adalah upacara penyerahan medali kini dilakukan langsung di lokasi pertandingan sesaat setelah lomba usai, memberikan ledakan emosi instan bagi para atlet dan penonton yang hadir.

Editor : Marthadi
#Olimpiade Musim Dingin 2026 #Milan Cortina #Berita Olahraga Internasional #italia #Tantangan Olimpiade