Sepanjang sejarah, belum pernah ada satu pun negara dari Amerika Selatan yang berhasil membawa pulang medali dari ajang olahraga musim dingin terbesar di dunia ini.
Namun, akhir pekan ini, narasi tersebut diprediksi akan berubah total lewat aksi heroik Lucas Pinheiro Braathen dan Nicole Rocha Silveira.
Drama pensiun dan goyang Samba di atas salju nama Lucas Pinheiro Braathen mendadak jadi buah bibir.
Bagaimana tidak, atlet ski alpin ini sempat mengejutkan dunia saat memutuskan pensiun di usia emasnya, 23 tahun, karena konflik dengan federasi Norwegia. Padahal, saat itu ia adalah pemain nomor satu dunia untuk kategori slalom.
Namun, darah Brasil dari sang ibu memanggilnya pulang. Setelah sempat terdampar di Ilhabela, Brasil, ia memutuskan untuk kembali berlaga, namun kali ini di bawah kibaran bendera kuning-hijau.
Kini, ia menduduki peringkat kedua dunia di kategori giant slalom dan slalom.
"Norwegia mengajarkan saya cara menjadi atlet, Brasil mengajarkan saya menjadi diri sendiri," ungkap Braathen yang kerap merayakan kemenangan dengan menari Samba di atas salju, sebagaimana dikutip dari nbcnews.com.
Baca Juga: Bukan Cuma CCTV! DPRD Desak Integrasi Nyata Smart City Mataram
Dari perawat dan binaragawan menuju puncak dunia tak kalah inspiratif, Nicole Rocha Silveira juga menjadi tumpuan harapan Brasil.
Atlet yang berlaga di cabang skeleton ini memiliki latar belakang yang unik; ia pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit anak dan merupakan mantan binaragawan.
Silveira, yang mengenakan helm dengan karya seni burung nuri Brasil yang memakai stetoskop, kini berada di peringkat sembilan dunia.
Pada debut Olimpiadenya tahun 2022, ia meraih posisi ke-13, dan kini targetnya jauh lebih tinggi: podium.
Baca Juga: Operasional 21 SPPG Bermasalah di NTB Dihentikan Sementara
"Tentu saja, kita semua memimpikan medali itu," kata Silveira penuh optimis.
Kedua atlet ini telah membawa bendera Brasil pada upacara pembukaan pekan lalu. Kini, dunia menanti apakah "tarian" mereka di atas salju Milan Cortina mampu memecahkan telur medali bagi Amerika Selatan dan mengukir sejarah emas yang baru.
Editor : Marthadi