LombokPost – Honda kirim sinyal kebangkitan jelang MotoGP 2026. Lewat paket anyar RC213V 2026, HRC menunjukkan tanda-tanda nyata kembali kompetitif. Honda kirim sinyal kebangkitan ini bukan sekadar optimisme pramusim, tetapi tercermin dari performa solid RC213V 2026 sepanjang Tes Sepang.
Dalam 12 bulan terakhir, tanda-tanda kebangkitan Honda mulai terlihat. Pabrikan Jepang yang lama tertidur kini bangun dan siap kembali berburu kemenangan MotoGP. Bersama Honda Racing Corporation (HRC), Honda kirim sinyal kebangkitan lewat pengembangan signifikan pada RC213V 2026.
Sebagai salah satu pabrikan tersukses di MotoGP – sejajar dengan Yamaha Motor Racing – Honda sempat tertinggal dari dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati Corse, Aprilia Racing, dan Red Bull KTM Factory Racing. Namun kini, Honda kirim sinyal kebangkitan yang tak bisa diabaikan.
Fondasi Kebangkitan Honda
Momentum kebangkitan sebenarnya sudah terlihat sejak kemenangan Alex Rins di GP Amerika 2023 dan sukses Johann Zarco menjuarai GP Prancis 2025. Zarco bahkan melanjutkannya dengan finis kedua di Silverstone, memicu optimisme bahwa Honda kirim sinyal kebangkitan yang nyata.
Dua podium yang diraih Joan Mir di Motegi dan Sepang semakin mempertegas progres tersebut. Performa RC213V terus membaik, terutama memasuki pengujian motor versi 2026.
RC213V 2026 Tuai Pujian
Tes Sepang menjadi panggung penting bagi RC213V 2026. Pembalap penguji HRC, Aleix Espargaro, bahkan menyebut motor terbaru Honda sebagai motor MotoGP terbaik yang pernah ia kendarai.
Pujian juga datang dari Mir, Juara Dunia MotoGP 2020. "Saya merasa nyaman di atas motor ini. Saya merasa percaya diri. Kami masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, tapi hari ini berjalan positif," kata Juara Dunia MotoGP 2020 itu pada hari kedua Tes Sepang.
"Daya cengkeram (grip) masih menjadi masalah. Kami lebih banyak tergelincir daripada yang kami inginkan dan besok kami akan mengerjakannya. Saya akan mencoba memahami apa yang perlu kami tingkatkan di area tersebut. Kami akan mencoba menyatukan semuanya. Ini adalah paket terbaik yang pernah saya kendarai sejak bergabung dengan Honda, jadi saya senang," bebernya.
Mir memimpin hari kedua Tes Sepang dan menutup tes di posisi kelima dengan waktu 1 menit 56,874 detik. Ia hanya terpaut 0,472 detik dari Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Lebih penting lagi, catatan waktunya 0,405 detik lebih cepat dibanding Tes Sepang 2025. Fakta ini semakin menguatkan narasi bahwa Honda kirim sinyal kebangkitan lewat RC213V 2026.
Target Jelas: Menang Secepat Mungkin
Manajer tim HRC, Alberto Puig, menegaskan arah pengembangan RC213V 2026.
"Kami sangat senang karena kami telah membuat kemajuan besar. Ini bukan revolusi, tetapi peningkatan di area yang perlu kami tingkatkan. Bukan hal yang besar, tetapi hal-hal kecil yang membuat hasil akhirnya cukup besar. Motor bekerja dengan baik, kami lebih puas dengan performa mesinnya, motor lebih baik dan lebih ringan. Kami senang. Targetnya adalah untuk menang sesegera mungkin," tandasnya.
Meski masih ada pekerjaan rumah, terutama soal grip ban belakang, pramusim kali ini terasa berbeda. RC213V 2026 lebih ringan, lebih responsif, dan lebih kompetitif. Honda kirim sinyal kebangkitan yang jelas: mereka tak lagi sekadar ingin finis, tetapi kembali menang.
Memang, Ducati dan Aprilia masih terlihat unggul dalam performa keseluruhan. Namun dengan progres RC213V 2026, Honda kirim sinyal kebangkitan yang membuat persaingan MotoGP 2026 diprediksi jauh lebih sengit.
Editor : Rury Anjas Andita