LombokPost – Kekalahan Jannik Sinner di Doha langsung menjadi sorotan. Jannik Sinner tumbang di perempat final Qatar ExxonMobil Open setelah dikalahkan Jakub Mensik, memunculkan pertanyaan soal performanya musim ini. Namun di balik kekalahan Jannik Sinner di Doha, tersimpan angka-angka konsistensi yang luar biasa.
Petenis Italia peringkat No. 2 dunia, Jannik Sinner, takluk 7-6(3), 2-6, 6-3 dari Jakub Mensik di perempat final Qatar ExxonMobil Open, Kamis waktu setempat. Kekalahan ini datang hanya beberapa pekan setelah ia disingkirkan Novak Djokovic di semifinal Australian Open.
Kekalahan beruntun sebelum final jarang terjadi pada Sinner. Terakhir kali ia mengalami situasi serupa terjadi pada 2024, yakni di Wimbledon dan ATP Masters 1000 Montreal — keduanya terhenti di perempat final.
Rekor 138-14: Bukti Konsistensi Jannik Sinner
Meski kalah di Doha, statistik menunjukkan betapa konsistennya Jannik Sinner dalam dua musim terakhir. Berdasarkan Indeks Menang/Kalah ATP Infosys, Sinner mencatat rekor 138-14 sejak awal musim 2024. Itu berarti persentase kemenangan fantastis 90,8 persen.
Sebagai perbandingan, legenda tenis Novak Djokovic memiliki persentase kemenangan terbaik di level tur sebesar 83,3 persen dalam periode yang sama. Angka ini menegaskan bahwa kekalahan Jannik Sinner di Doha tidak serta-merta menggambarkan penurunan performa.
Sejak kalah di perempat final Montreal 2024, Sinner telah tampil di 19 turnamen dan mencapai final di 15 di antaranya. Dari 15 final tersebut, ia mengangkat 10 trofi. Lima kekalahan di final semuanya datang dari rival utamanya, Carlos Alcaraz.
Doha Jadi Alarm atau Sekadar Anomali?
Kekalahan Jannik Sinner di Doha memang memicu diskusi. Namun jika melihat konsistensi dan dominasinya dalam dua tahun terakhir, hasil di Qatar lebih terlihat sebagai anomali dibanding sinyal kemunduran.
Mensik, yang menyingkirkan Sinner, selanjutnya akan menghadapi Arthur Fils untuk memperebutkan tiket final Doha.
Dengan rekor 7-2 musim ini dan persentase kemenangan 90,8 persen sejak 2024, Jannik Sinner tetap menjadi salah satu pemain paling konsisten di ATP Tour. Kekalahan Jannik Sinner di Doha mungkin mengejutkan, tetapi angka-angka menunjukkan bahwa konsistensi sang petenis Italia masih berada di level elite dunia.
Editor : Rury Anjas Andita