Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Insiden Buriram Memanas! Pedro Acosta vs Marc Marquez Buka Suara soal Penalti Kontroversial Sprint MotoGP Thailand

Rury Anjas Andita • Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:44 WIB

Insiden Buriram antara Pedro Acosta dan Marc Marquez picu penalti kontroversial di Sprint MotoGP Thailand.
Insiden Buriram antara Pedro Acosta dan Marc Marquez picu penalti kontroversial di Sprint MotoGP Thailand.

LombokPost - Insiden Buriram antara Pedro Acosta dan Marc Marquez menjadi sorotan utama usai Sprint MotoGP Thailand 2026. Insiden Buriram itu berujung penalti untuk Marc Marquez dan mengubah hasil akhir Sprint MotoGP Thailand di dua lap terakhir.

Duel Pedro Acosta vs Marc Marquez memang sudah panas sejak awal balapan. Namun, insiden Buriram di Tikungan 12 memicu investigasi FIM MotoGP Stewards dan berujung keputusan penalti yang langsung mengubah klasemen finis Sprint MotoGP Thailand.

Apakah ada kontak? "Ada kontak." Apakah Anda akan melakukan hal yang sama? "Tentu saja," tegasnya.

Jawaban singkat Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) tersebut menjadi pembuka polemik insiden Buriram yang hingga kini masih diperdebatkan.

Versi Pedro Acosta: “Kami Harus Senang”

Dari sisi Pedro Acosta, insiden Buriram terjadi ketika ia mencoba mengambil alih posisi dari Marc Marquez di dua lap terakhir Sprint MotoGP Thailand.

"Setelah kontak kami jelang lap terakhir, saya benar-benar tidak percaya. Saya berusaha karena saya cukup cepat di Tikungan 3 dan 4 dan saya mengejar ketertinggalan waktu di Tikungan 1 dan 2. Marc mengerem sangat terlambat di tikungan terakhir dan Tikungan 1, dan cukup sulit untuk melakukan manuver, tetapi bagaimanapun, kami harus senang. Bahkan tanpa penaltinya, kami harus senang dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dan untuk pertarungan yang mampu kami lakukan," ucapnya.

Bagi Acosta, insiden Buriram adalah bagian dari pertarungan keras di Sprint MotoGP Thailand.

Versi Marc Marquez: “Pesannya Datang Terlambat”

Dari kubu Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), pembalap bernomor 93 itu mengakui adanya kontak dalam insiden Buriram.

"Terjadi kontak. Kontak kecil. Tapi motor saya sudah setengah motor di depan, bahkan sejak memasuki tikungan. Jadi para Steward memutuskan untuk memberi saya penalti. Oke. Menurut saya, penalti itu, pesannya, datang terlambat. Karena baru sampai di tikungan terakhir. Jika mereka ingin menerapkan sistem ini, jika mereka ingin lebih ketat, mereka perlu mengirimkan penalti di keluar Tikungan 3. Jangan menunggu sampai tikungan terakhir. Tapi, oke, hari ini saya sudah membayarnya, jadi yang terpenting saya finis di posisi kedua, itu bagus," tukasnya.

Ia juga menambahkan kalimat yang menyulut dukungan penggemarnya.
"Saya rasa hari ini para penggemar MotoGP sudah mengerti bahwa semangat membara di dalam diri saya masih ada," imbuhnya.

Insiden Buriram pun tak sekadar soal kontak, tetapi juga soal waktu pengambilan keputusan penalti di Sprint MotoGP Thailand.

Isi Keputusan Steward

Dalam laporan akhir hari, FIM MotoGP Stewards menyatakan penalti diberikan karena pembalap dinilai "menyebabkan kontak dengan pembalap lain saat menyalip dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil melalui hal itu, yang mengakibatkan perubahan posisi".

Keputusan tersebut memastikan Marc Marquez turun satu posisi, sementara Pedro Acosta naik sebagai pemenang Sprint MotoGP Thailand.

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, awalnya menyebut tidak ada kontak. Namun kemudian kedua pembalap mengonfirmasi memang ada sentuhan dalam insiden Buriram tersebut.

Duel Belum Usai di GP Thailand

Insiden Buriram diyakini belum menjadi akhir dari rivalitas Pedro Acosta vs Marc Marquez. Balapan utama GP Thailand akan digelar Minggu (1/3) pukul 15.00 WIB.

Editor : Rury Anjas Andita
#MotoGP #Pedro Acosta #penalti kontroversial #marc marquez #sprint #MotoGP Thailand 2026